BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Jufri Kora terus berinovasi dalam mengembangkan program urban farming Taman Laku yang dia gagas.
Sebagai ketua RW 09 di Perumahan Pondok Halim 2, Desa/Kecamatan Burneh, Bangkalan, Jufri telah mempersiapkan untuk menanam berbagai jenis sayuran, termasuk tomat dan sawi hidroponik.
"Kami sudah mulai mengembangkan tomat. Bibitnya sudah siap, tinggal proses pemindahan. Untuk sawi hidroponik, kami sudah panen dua kali dan kini mulai menanam lagi. Dengan demikian, dari empat lahan ini, akan ada variasi sayuran yang ditanam," ungkap Jufri.
Baca Juga: Sulap Lahan Kosong Jadi Area Budi Daya Cabai, Taman Laku Dukung Ketahanan Pangan
Pria yang juga suami dari Sri Sudarwati ini menjelaskan bahwa lahan pertama akan difokuskan untuk budidaya cabai dan sawi hidroponik.
Lahan kedua akan digunakan untuk cabai dan tomat, sedangkan lahan ketiga hanya untuk tomat. Lahan keempat akan dikhususkan untuk budidaya cabai.
"Polibag sudah tersedia, bibit sudah disemai, jadi tinggal dipindahkan. Saat ini kami masih dalam proses persiapan lahan. Luas lahan bervariasi, lahan satu 9×15 meter, lahan dua sekitar 8×15 meter, dan lahan tiga 6×15 meter. Lahan keempat lebih luas lagi," jelasnya.
Jufri merasa bersyukur karena Taman Laku mendapatkan bimbingan dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan.
Baca Juga: Kasus Dugaan Malapraktik Lamban, Laporan Sudah Setahun di Polres Bangkalan
Dia juga tidak menyangka bisa menarik perhatian banyak pihak, bahkan terpilih sebagai salah satu wakil Bangkalan untuk penilaian urban farming di Polda Jawa Timur (Jatim).
"Kami memiliki satu lahan lagi yang cukup besar, sekitar delapan kali luas lahan pertama. Namun, kami belum menggarapnya karena masih menunggu waktu yang tepat," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Urban Farming Taman Laku, Sri Sudarwati, mengungkapkan bahwa dalam pengelolaannya, setiap lahan dibentuk kelompok kerja (pokja).
Semua anggota merupakan tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) di RW 09.
Baca Juga: Aksi Kejar-kejaran Berujung Kecelakaan di Bangkalan, Mobil Ertiga Tabrak Patwal Polisi
"Anggota kami berjumlah 52 orang, dan di pokja dua terdapat enam orang yang kami jadikan pemimpin untuk uji coba pertama, sementara anggota lainnya juga berpartisipasi," tuturnya.
Perempuan berhijab ini menambahkan bahwa jadwal perawatan disusun setiap minggu. Semua anggota dapat berkontribusi sehingga meringankan beban selama proses perawatan.
Dia juga bersyukur karena saat ini sudah bisa memperluas jangkauan sehingga ke depan setiap pokja memiliki tanggung jawab di setiap lahan.
"Hasil panen rata-rata sudah ada yang mau membeli, baik dari anggota maupun warga sekitar. Hasilnya kami gunakan sebagai kas PKK untuk pembiayaan selanjutnya," pungkasnya. (lil/luq)