BANGKALAN, Radarbangkalan.id– Seorang warga Kelurahan Pejagan, Kecamatan Kota Bangkalan, Herman Toha, mengalami kejadian tidak menyenangkan. Ponsel miliknya, Vivo Y02, raib digondol maling yang diduga masih anak-anak saat ia dan istrinya sedang melayani pembeli di toko kelontong miliknya di Jalan Ki Lemah Duwur, Rabu malam (4/6) sekitar pukul 20.27 WIB.
Awalnya, Herman mengira bahwa ponselnya hilang karena dimainkan oleh anak balitanya. Namun, setelah ditanya, sang anak justru mengaku tidak tahu menahu soal keberadaan ponsel tersebut. Herman pun mengecek rekaman kamera CCTV di tokonya.
“Saat saya lihat CCTV, terlihat seorang pria dewasa datang bersama seorang anak kecil. Mereka berhenti di depan toko, pura-pura membeli minuman,” jelas Herman.
Dalam rekaman CCTV itu, bocah yang diperkirakan berusia sekitar 9 tahun tampak memperhatikan gerak-gerik di dalam toko. Setelah berpura-pura membeli minuman, mereka kembali ke sepeda motor. Tidak lama kemudian, anak tersebut kembali ke toko bersamaan saat sang istri melayani pembelian Pertalite.
“Waktu istri saya sibuk menakar bensin, ponsel diletakkan di atas meja. Bocah itu masuk lewat pintu samping dan langsung mengambil HP,” ujarnya.
Setelah mengambil ponsel, anak itu kembali ke pria dewasa yang diduga rekan atau orang tuanya, lalu mereka pergi tanpa mengambil uang kembalian pembelian bensin sebesar Rp 1.000. Hal ini semakin memperkuat dugaan Herman bahwa aksi tersebut telah direncanakan.
“Sepertinya memang niat mencuri, karena kembalian pun tidak diambil. Mereka langsung kabur,” imbuhnya.
Herman mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 juta akibat kehilangan ponsel tersebut. Namun hingga saat ini, ia belum melaporkan kejadian itu ke Polres Bangkalan.
“Untuk sementara belum kami laporkan, masih kami pertimbangkan,” pungkasnya. (za/yan)
Editor : Mohammad Sugianto