PAMEKASAN,Radarbangkalan – Puluhan warga Desa Pandan, Kecamatan Galis, Pamekasan, mendatangi balai desa untuk mempertanyakan kejelasan sambungan air bersih dari PDAM Tirta Jaya. Mereka merasa telah dirugikan karena sudah membayar biaya sambungan, namun hingga kini belum menerima pasokan air sesuai janji pemerintah desa.
Keluhan ini mencuat karena proses penyambungan pelanggan baru PDAM dikoordinasikan langsung oleh pihak desa. Banyak warga mengaku telah membayar biaya sambungan secara mencicil melalui kepala dusun. Namun dua bulan berlalu, aliran air belum juga mereka nikmati.
Menurut Erlianto, salah satu warga, sebelumnya telah dilakukan pertemuan dengan kepala desa yang menyampaikan bahwa penyambungan akan dilakukan setelah dana terkumpul. Disampaikan juga bahwa total biaya pemasangan untuk 100 pelanggan baru mencapai Rp 700 juta, dengan rincian Rp 200 juta dari warga dan Rp 500 juta diklaim akan ditanggung pribadi oleh kepala desa.
“Kami sudah membayar, ada yang nyicil, bahkan ada yang langsung lunas. Tapi sampai sekarang air belum juga mengalir,” keluh Erlianto, Rabu (12/6).
Empat dusun terdampak krisis air saat musim kemarau, yakni Dusun Plasak, Pandan, Capak Laok, dan Capak Barat. Meski begitu, hanya sebagian kecil warga yang menjadi pelanggan PDAM. Sisanya masih mengandalkan sumber mata air lokal, yang saat ini kondisinya juga terbatas.
Komrani, warga Dusun Capak Laok, mengaku warga mulai merasa ditekan untuk segera melunasi biaya sambungan, padahal air belum mereka nikmati.
“Kalau airnya sudah mengalir, kami tentu mau melunasi. Tapi nyatanya tidak ada progres. Kami minta uang kami dikembalikan,” katanya.
Lebih parah lagi, menurut warga, sumber mata air lokal sebenarnya masih bisa digunakan. Hanya saja alat pompa mengalami kerusakan dan belum diperbaiki. Warga kecewa karena kepala desa dinilai tidak punya itikad baik memperbaiki fasilitas tersebut.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Jaya Pamekasan, Samsul Arifin, membenarkan bahwa ada koordinasi antara kepala desa Pandan dengan pihaknya untuk pemasangan sambungan baru. Biaya resmi pemasangan awal adalah Rp 1.089.000, dan bisa mencapai Rp 2 juta bila termasuk aksesoris tambahan.
“Sebagian sudah membayar DP, dan progres pemasangan akan kami bahas hari Senin,” terang Samsul.
Upaya klarifikasi terhadap Kepala Desa Pandan, Hariyanto, belum membuahkan hasil. Saat didatangi ke rumahnya, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Hariyanto hanya memberikan jawaban singkat:
“Maaf, masih ada kifaye (takziah ke rumah warga meninggal),” tulisnya.. (ay/jup)
Editor : Mohammad Sugianto