BANGKALAN,Radarbangkalan.id-Pelayanan Puskesmas Galis, Kab. Bangkalan menjadi sorotan. Sebab, layanan Kesehatan tingkat kecamatan itu disinyalir mengabaikan SOP. Penyebabnya, lantaran seorang pasien diminta berangkat sendiri ke rumah sakit tanpa didampingi oleh tenaga Kesehatan.
Peristiwa itu terjadi pada selasa (17/6) sekitar pukul 16.00. Seoarang pasien Bernama Ahmad mengalami kecelakaan yang menyebabkan jarinya putus dan terjadi pendarahan. Hal itu diungkap oleh Bupati LIRA Bangkalan Mahmudi Ibnu Khotib.
Akhirnya keluarga segera membawanya ke Puskesmas Galis untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, Mahmudi menyayangkan respons tenaga kesehatan di puskesmas tersebut. Bukannya mendapat penanganan lanjutan, ia hanya diberi perban, lalu diminta berangkat sendiri ke RSUD Syamrabu Bangkalan, lantaran Puskesmas Galis tidak bisa menangani.
“Layanan Puskesmas ini sudah diluar SOP, Jika tidak bisa melayani karena lukanya parah, harusnya kan dirujuk, bukan malah nyuruh berangkat sendiri,” Keluh Mahmudi Ibnu Khotib kemarin.
Menurut Mahmudi, tidak ada bantuan ambulans atau surat rujukan resmi dari Puskesmas Galis. Ia merasa pasien diabaikan meski lukanya cukup serius.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Puskesmas Galis, dr. Siti Samiyah, belum memberikan keterangan resmi. Saat dihubungi melalui saluran telepon, tidak ada respons. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Nur Khotibah, mengaku belum mengetahui secara detail kejadian tersebut. Namun dia menegaskan bahwa dalam standar operasional prosedur (SOP), pasien dengan kondisi seperti Ahmad seharusnya langsung ditangani dan dirujuk jika membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Kalau memang harus ke RSUD, pihak puskesmas yang merujuk. Tapi terkadang masyarakat tidak sabar dan ingin langsung ke rumah sakit tanpa menunggu prosedur,” ujarnya.
Meski begitu, Khotibah berjanji akan menelusuri kejadian ini lebih lanjut. Ia juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama agar lebih sigap dalam menangani pasien, terlebih yang berkebutuhan darurat.
“Kita tidak ingin pelayanan kesehatan mengecewakan masyarakat, apalagi yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Editor : Mohammad Sugianto