BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Penghadangan truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan oleh warga Desa Pacentan, Kecamatan Tanah Merah, pada Selasa (17/6) menuai perhatian serius.
Insiden yang sempat terekam video itu mendapat respons langsung dari Bupati Bangkalan Lukman Hakim.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyayangkan tindakan warga yang menghentikan laju truk pengangkut sampah, bahkan sampai menggunakan senjata tajam jenis pisau.
Baca Juga: Orasi Ilmiah Warnai Puncak Dies Natalis FISIB UTM Ke-17
Menurut dia, jika ada persoalan terkait pengelolaan sampah, semestinya dibicarakan secara baik dengan pihak DLH sebagai instansi teknis.
”Kalau ada keluhan atau fasilitas yang tidak sesuai, seharusnya disampaikan melalui jalur resmi ke DLH, bukan dengan cara yang mengarah ke kekerasan,” tegas Lukman saat ditemui usai agenda kerja.
Dia menambahkan, pihaknya segera memanggil DLH untuk menelusuri penyebab munculnya insiden tersebut.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang.”Kita cari tahu duduk perkaranya, agar bisa diselesaikan dengan kepala dingin,” imbuhnya.
Baca Juga: Peresmian Biro Psikologi Inkadha Sukses, Fokus pada Krisis Mental Milenial dan Gen Z
Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari Polsek Tanah Merah, aksi tersebut dilakukan untuk keperluan perekaman video sebagai bentuk protes warga.
Namun, Hafid menilai isi video itu menunjukkan tindakan intimidasi yang berlebihan terhadap sopir truk.
”Sopir merasa terancam karena ada ancaman dengan senjata tajam. Aksi itu direkam dan dijadikan konten agar DLH tidak lagi membuang sampah sembarangan. Mereka menilai akses jalan ke lokasi pembuangan tidak layak dilalui,” terangnya.
Kasus itu masih dalam penanganan aparat kepolisian. Pihak berwenang terus mengumpulkan keterangan dari semua pihak untuk menuntaskan permasalahan yang mencuat di tengah isu pengelolaan sampah daerah. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana