News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

236 Ternak Terpapar PMK, Disnak Bangkalan Minta Peternak Tingkatkan Kewaspadaan

Ina Herdiyana • Kamis, 19 Juni 2025 | 23:21 WIB

SAPI LOKAL: Moh Junaidi, peternak sapi di Kelurahan Mlajah, Bangkalan, sedang merawat hewan ternaknya, Kamis (18/6). (KHOLIL RAMLI/JPRM)
SAPI LOKAL: Moh Junaidi, peternak sapi di Kelurahan Mlajah, Bangkalan, sedang merawat hewan ternaknya, Kamis (18/6). (KHOLIL RAMLI/JPRM)

BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali mengancam ternak di Bangkalan. Hingga Selasa (18/6), Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan mencatat 236 ekor hewan ternak terinfeksi virus tersebut.

Data itu dihimpun sejak akhir 2024 melalui sistem pelaporan kesehatan hewan nasional, iSIKHNAS.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 ekor ternak dilaporkan mati, 17 ekor dipotong paksa, dan sisanya telah dinyatakan sembuh.

Baca Juga: Viral, Aksi Warga Tanah Merah Hadang Truk Sampah Pakai Sajam, Bupati Bangkalan: Jangan Anarkistis!

”Jumlah kasus sebenarnya bisa lebih tinggi. Yang tercatat hanya yang masuk melalui sistem resmi,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Bangkalan Ali Makki saat ditemui Kamis (18/6).

Ali menjelaskan, lonjakan kasus kerap terjadi saat peralihan musim. Karena itu, pihaknya mengingatkan para peternak untuk memperketat biosekuriti kandang guna mencegah penularan lebih luas.

Dia menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan sebelum virus menyebar ke seluruh kandang.

”Kalau satu ekor tertular, hewan lainnya yang satu kandang punya risiko besar ikut terinfeksi. Tapi tidak perlu panik, PMK bisa disembuhkan,” ujarnya.

Baca Juga: Orasi Ilmiah Warnai Puncak Dies Natalis FISIB UTM Ke-17

Ali juga memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan stok obat yang cukup. Ia meminta peternak tidak ragu melapor jika mendapati gejala PMK pada ternaknya. “Petugas kami siap turun ke lapangan setiap kali ada laporan,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad, salah satu peternak asal Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung, mengaku sapi miliknya sudah 15 hari terinfeksi PMK. Namun berkat penanganan dan obat dari Disnak, kondisi ternaknya kini mulai membaik.

“Tinggal bagian kaki yang masih proses penyembuhan. Alhamdulillah, kami dibantu obat dan pemantauan,” tuturnya.

Disnak berharap kerja sama dan kesadaran peternak bisa menekan angka penyebaran PMK, terutama menjelang musim panen dan kurban.

Editor : Ina Herdiyana
#Penyakit Mulut dan Kuku #pmk #tingkatkan kewaspadaan #ternak