News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Carut-Marut SPMB Jalur Prestasi di Bangkalan, Masyarakat Curiga Ada Permainan di Dinas Pendidikan

Mohammad Sugianto • Sabtu, 21 Juni 2025 | 01:21 WIB
Server SPMB online tingkat SMP disinyalir dimainkan oleh Dinas Pendidikan Kab. Bangkalan
Server SPMB online tingkat SMP disinyalir dimainkan oleh Dinas Pendidikan Kab. Bangkalan

BANGKALAN,Radarbangkalan.id – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP jalur prestasi secara online di Kabupaten Bangkalan menuai sorotan tajam dari masyarakat. Sejumlah kejanggalan dalam proses seleksi membuat publik bertanya-tanya soal transparansi dan keabsahan sistem yang diterapkan Dinas Pendidikan setempat.

Salah satu kasus mencuat ketika seorang siswa yang diketahui tidak pernah mendaftar atau menginput data secara mandiri, tiba-tiba muncul dalam sistem dan memperoleh nilai jalur prestasi yang melonjak drastis hingga 100 poin. Keanehan serupa juga terjadi pada siswa lain yang diketahui tidak memiliki prestasi menonjol, namun tiba-tiba nilainya tinggi dan lolos seleksi.

"Ini aneh dan mencurigakan. Anak saya yang jelas-jelas punya prestasi malah nilainya rendah. Sementara ada anak yang tidak jelas datanya, bisa tinggi nilainya. Kami menduga ada permainan dari dalam," ujar salah satu wali murid yang enggan disebut namanya.

Kondisi ini menimbulkan keresahan dan kekecewaan di tengah masyarakat. Kecurigaan pun mengarah ke Dinas Pendidikan Bangkalan, yang dinilai tidak transparan dan belum siap mengelola sistem penerimaan berbasis digital secara profesional.

Baca Juga: Pendaftaran SPMB 2025 Dimulai, Tiga Rayon Ditetapkan di Bangkalan

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Abdullah, turut angkat bicara. Ia menyayangkan kekisruhan yang terjadi dalam pelaksanaan SPMB online tersebut.

“Sistem ini sebenarnya bagus dan memudahkan masyarakat karena bisa diakses dari mana saja. Tapi kalau melihat kasus-kasus seperti ini, saya menilai Bangkalan belum siap 100 persen untuk menyelenggarakan SPMB secara online,” jelas Abdullah.

Ia menyoroti beberapa kekurangan pada sistem aplikasi, salah satunya tidak adanya pilihan kelas boarding (diasramakan) di SMPN 1 Bangkalan yang seharusnya sudah lama diprogramkan oleh Dinas Pendidikan.

“Item penting seperti boarding class tidak muncul di aplikasi. Harusnya ini disosialisasikan lebih matang agar tidak timbul persepsi negatif di masyarakat soal adanya permainan dari pihak dinas,” tegasnya.

Baca Juga: Pendaftaran SD di SPMB 2025, Tidak Ada Tes Membaca, Menulis, dan Berhitung

Abdullah juga memastikan bahwa Dewan Pendidikan akan terus mengawasi jalannya proses SPMB ini hingga penutupan pada tanggal 24 mendatang. Ia meminta Dinas Pendidikan lebih transparan dan segera membenahi sistem agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Masyarakat berhak tahu dan mendapatkan kejelasan. Jangan sampai proses seleksi ini justru menimbulkan ketidakpercayaan publik,” pungkasnya.

 

Editor : Mohammad Sugianto
#spmb smp 2025 #dinas pendidikan #SPMB Bangkalan #Dispendik Bangkalan #Dewan Pendidikan