BANGKALAN,Radarbangkalan.id – Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, menyatakan kekesalannya atas tindakan tak disiplin staf Puskesmas Kwanyar yang meninggalkan loket farmasi saat jam tugas hanya untuk ngopi. Kejadian ini sempat viral dimedia sosial.
Akibat kejadian itu, Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Jakfar langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada pada Jumat (20/6), menyusul laporan masyarakat tentang kejadian yang terjadi pada Senin (16/6).
Menurut Fauzan, perilaku petugas yang seharusnya melayani warga malah meninggalkan ruangan dalam kondisi terkunci tanpa koordinasi adalah pelanggaran serius. Apalagi, saat itu beberapa keluarga pasien sedang menunggu pengambilan obat.
Baca Juga: Dua Jemaah Haji Asal Bangkalan Meninggal di Pesawat Menjelang Tiba di Tanah Air
“Ini jelas pelanggaran berat. Saat pelayanan kesehatan terus kami benahi, justru ada petugas yang seenaknya meninggalkan tugas,” tegas Fauzan.
Ia menambahkan, kunjungan ini merupakan perintah langsung dari Bupati Bangkalan Luman Hakim, sebagai bagian dari evaluasi pelayanan kesehatan di daerah.
“Alasannya listrik padam, tapi justru ditinggal ngopi di depan puskesmas. HP ditinggal, ruangan terkunci. Ini menunjukkan ketidakpekaan terhadap tanggung jawab,” ujar Fauzan geram.
Fauzan menekankan, pelayanan kesehatan tidak bisa ditawar-tawar, apalagi jika berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Ia pun menyebutkan akan memberikan sanksi tegas kepada petugas yang lalai, mulai dari peringatan hingga mutasi jika perlu.
Baca Juga: Pelayanan Puskesmas Galis Dikeluhkan, Pasien Luka Serius Diminta Berangkat Sendiri ke RSUD
“Saya akan teruskan masalah ini ke Kepala Dinas Kesehatan. Kalau masih terjadi lagi, ya konsekuensinya harus diterima,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Nur Hotibah, membenarkan insiden tersebut. Ia menyayangkan tindakan petugas yang meninggalkan tempat tanpa memberitahu rekan lainnya.
“Betul, petugasnya pergi ngopi tanpa ada koordinasi. Ini peringatan keras, jangan sampai terulang. Kalau masih ada yang mengulangi, pasti sudah tahu risikonya,” ujarnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial dan diharapkan menjadi momentum bagi Pemkab Bangkalan untuk meningkatkan kedisiplinan tenaga kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas. (lil/yan)
Editor : Mohammad Sugianto