SURABAYA,Radarbangkalan.id- – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tidak hadir dalam pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (20/6). Padahal, hari itu ia dijadwalkan memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) dalam APBD Pemprov Jatim periode 2019–2022.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan ketidakhadiran Khofifah. KPK menerima surat permohonan penjadwalan ulang sejak Rabu (18/6). "Ada keperluan lainnya," ujarnya singkat, tanpa menjelaskan lebih jauh alasan absennya orang nomor satu di Pemprov Jatim itu.
Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menyatakan bahwa Khofifah sedang cuti untuk keperluan pribadi. Ia menghadiri wisuda putranya, Jalaluddin Mannagalli Parawansa, di Universitas Peking, Beijing, Tiongkok.
“Beliau sudah berangkat ke Cina sejak pagi dan akan cuti hingga Minggu. Cuti sudah disetujui oleh Kemendagri,” terang Adhy kepada wartawan. Selama cuti berlangsung, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jatim.
Khofifah dijadwalkan diperiksa terkait aliran dana hibah pokmas yang tengah disidik KPK. Sebelumnya, mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi telah lebih dulu diperiksa, Kamis (19/6). Ia menyebut bahwa Gubernur mengetahui pengurusan dana tersebut.
“Ya pasti tahu, wong yang mengeluarkan dia. Masa nggak tahu,” ujar Kusnadi usai diperiksa.
Sebagai informasi, pada Juli 2024 lalu, KPK telah menetapkan 21 tersangka dalam kasus dana hibah Jatim ini. Empat di antaranya sebagai penerima suap, termasuk tiga penyelenggara negara dan satu staf. Sementara 17 lainnya merupakan pemberi suap.
Meski berada di luar negeri, Adhy memastikan bahwa Khofifah sudah mengkoordinasikan agar pelayanan publik tetap berjalan normal. “Semua sudah diatur, pelayanan tidak terganggu,” katanya.
Jalaluddin, putra kedua Khofifah, diketahui menempuh pendidikan magister di Universitas Peking sejak 2023 dan kini resmi menyelesaikan studinya.
Editor : Mohammad Sugianto