BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Proses hukum terhadap Zainul Alim masih menjadi perhatian warga Kelurahan Demangan.
Pria yang diduga kerap melakukan tindakan premanisme terhadap para pedagang kini sedang menjalani pemeriksaan di Polres Bangkalan.
Jika akhirnya ditahan, warga berencana mengadakan tasyakuran sebagai bentuk syukur atas penindakan polisi.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Mangkir dari Panggilan KPK, Alasan Hadiri Wisuda Anak di Cina
Tokoh masyarakat setempat H. Saddad mengungkapkan, Zainul datang ke rumahnya pada Jumat (20/6) dan menyerahkan diri setelah mengetahui dirinya dicari oleh para pedagang yang berjualan di kawasan Jalan KH Hasyim Asyari.
Warga geram terhadap ulah Zainul karena diduga sering melakukan pemalakan.
Mereka bahkan sempat mengancam akan menghakimi Zainul secara massa apabila masih berkeliaran di kawasan tersebut.
”Pedagang dan warga sudah sangat resah dengan tindakannya,” jelas Saddad, Sabtu (22/6).
Baca Juga: Revitalisasi Jembatan di Jalur Nasional Dimulai Hari Ini, Pengendara Disarankan Lewat Jalur Pantura
Dia menambahkan, selain memalak, Zainul diduga mencuri barang milik warga.
Tindak premanisme ini disebut telah berlangsung lama, sejak pasar pagi di kawasan tersebut mulai beroperasi.
Pedagang yang menolak memberikan setoran sesuai permintaan Zainul sering menerima ancaman.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap situasi ini, Saddad kemudian menyerahkan Zainul ke Koramil Bangkalan, yang selanjutnya diserahkan ke Polres Bangkalan.
Baca Juga: Perempuan Ditemukan Meninggal di Pantai Camplong, Keluarga Tolak Autopsi
”Kalau nanti dia benar-benar ditahan, warga ingin menggelar tasyakuran,” tambahnya.
Menurut Saddad, warga menyebut Zainul kebal hukum karena sudah beberapa kali dilaporkan namun tidak pernah ditindak secara tegas.
”Dia dilaporkan berkali-kali, tapi tidak pernah ditahan. Masyarakat sampai heran,” katanya.
Babinsa Kelurahan Demangan Serka Mustakim membenarkan bahwa laporan mengenai Zainul sudah lama masuk.
Baca Juga: Dua Jemaah Haji Asal Bangkalan Meninggal di Pesawat Menjelang Tiba di Tanah Air
Dia menyebut, pelaku kerap merusak dagangan pedagang dan mengancam mereka jika tidak menyerahkan uang yang diminta.
”Saya juga sudah sering menegurnya dan mencoba membina,” ujarnya.
Zainul merupakan petugas parkir di area pasar belakang Masjid Agung. Dia seharusnya membantu menjaga ketertiban pasar, namun justru dianggap menjadi sumber keresahan warga dan pedagang.
”Bahkan dia sering mengambil barang-barang milik warga,” terang Mustakim.
Baca Juga: UHC Diperketat, Hanya Warga Domisili 6 Bulan yang Bisa Nikmati Layanan Gratis
Sementara itu, Aiptu Supriyanto dari Satreskrim Polres Bangkalan membenarkan bahwa Zainul sudah diserahkan ke pihak kepolisian dan saat ini sedang ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
”Benar, saya menerima langsung penyerahannya. Saat ini masih kami periksa,” tegasnya. (za/bil)
Editor : Ina Herdiyana