News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Trans Jatim: Lebih dari Sekadar Transportasi, Penggerak Ekonomi Bangkalan

Ina Herdiyana • Rabu, 25 Juni 2025 | 22:55 WIB
BERWAWASAN LUAS: Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim berdialog dengan Redaktur JPRM Jupri dalam program Sapa Legislatif di studio Radar Madura TV, Sabtu (31/5). (ABDUL BASRI/JPRM)
BERWAWASAN LUAS: Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim berdialog dengan Redaktur JPRM Jupri dalam program Sapa Legislatif di studio Radar Madura TV, Sabtu (31/5). (ABDUL BASRI/JPRM)

BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Trans Jatim tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi masyarakat Bangkalan.

Pemprov Jawa Timur (Jatim) meluncurkan inovasi di sektor transportasi pada Agustus 2022, yaitu Trans Jatim.

Setelah hampir tiga tahun beroperasi, layanan transportasi publik ini semakin diminati oleh warga Jatim. Saat ini, terdapat enam koridor bus Trans Jatim yang telah beroperasi.

Di Bangkalan, layanan ini mulai beroperasi pada Senin (30/9/2024). Salah satu tokoh kunci di balik pengoperasian transportasi terintegrasi ini adalah Abdul Halim.

Baca Juga: Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Bangkalan, Temukan Senpi Makarov Buatan Rusia

Abdul Halim, politikus asal Madura, aktif mendorong Pemprov Jatim untuk mengoperasikan Trans Jatim Koridor V dengan rute Surabaya-Bangkalan.

Usahanya membuahkan hasil karena Trans Jatim kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk bertransportasi.

Halim menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan transportasi yang aman dan nyaman sehingga pemprov menghadirkan layanan Bus Trans Jatim.

Kehadiran transportasi ini juga berkontribusi dalam mengurangi emisi, kemacetan, dan kecelakaan.

Baca Juga: Pengajuan Hak Paten Itik Dabung Terkendala Dokumen Ilmiah, Ini Penjelasan Disnak Bangkalan

Pengoperasian Trans Jatim dimulai dengan perencanaan yang matang, di mana Pemprov Jatim menyusun feasibility study (FS) sebelum menerapkan kebijakan tersebut.

Pada periode 2019-2024, Halim yang saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Jatim mendorong pemprov untuk mengoperasikan Trans Jatim dengan rute Surabaya-Bangkalan.

Sebelum kehadiran bus Trans Jatim, tidak ada transportasi publik yang menghubungkan Surabaya dan Bangkalan, meskipun Bangkalan memiliki banyak destinasi wisata, mulai dari wisata alam, religi, hingga kuliner.

"Alhamdulillah, saat rapat dengan Dishub (Dinas Perhubungan) Jatim pada 2023, akhirnya disepakati untuk mengoperasikan Trans Jatim Koridor V," tambahnya.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih di Bangkalan Belum Beroperasi, Pendanaan Masih Belum Jelas

Politikus dari Partai Gerindra ini menilai bahwa antusiasme masyarakat untuk menggunakan Bus Trans Jatim terus meningkat, berkat tarif yang terjangkau, yaitu Rp 5.000 untuk masyarakat umum dan Rp 2.500 untuk pelajar, mahasiswa, dan santri.

Halim, yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jatim, berpendapat bahwa kehadiran bus Trans Jatim tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat Bangkalan ke Surabaya, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian Kabupaten Bangkalan.

"Di Terminal Bangkalan, banyak pedagang yang merasakan manfaat dari banyaknya penumpang yang naik dan turun dari bus Trans Jatim," ujarnya.

Saat ini biaya operasional bus Trans Jatim didukung oleh APBD Jatim. Jika layanan ini terus berjalan dengan baik, ada kemungkinan di masa depan akan dikelola oleh pihak swasta, sehingga Pemprov Jatim tidak perlu lagi mengalokasikan anggaran untuk biaya operasional.

Baca Juga: Bus Trans Bangkalan Berhenti Beroperasi, Ini Alasan dan Rencana Lelangnya

Halim juga menambahkan bahwa Pemprov dan DPRD Jatim sedang merencanakan pengoperasian Trans Jatim laut.

Transportasi ini akan mempermudah mobilitas masyarakat dan barang di wilayah kepulauan Madura.

Kapal Trans Jatim akan berlayar dari Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo, dan menjangkau beberapa pulau di Madura, termasuk Pulau Mandangin, Sampang; Pelabuhan Branta, Pamekasan; serta pulau-pulau di Kabupaten Sumenep seperti Pulau Raas, Sapudi, Gili Labak, dan Gili Iyang.

Menariknya, kapal yang digunakan sebagai moda transportasi laut ini adalah speedboat, sehingga perjalanan warga kepulauan menjadi lebih cepat.

"Insyaallah, Trans Jatim laut akan diluncurkan pada bulan Agustus mendatang," tambahnya.

Halim menjelaskan bahwa kehadiran Trans Jatim laut akan memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat kepulauan, termasuk stabilitas pasokan kebutuhan warga, sehingga harga barang di kepulauan tidak mahal.

"Masyarakat kepulauan yang ingin berobat ke Probolinggo atau Sumenep daratan juga bisa memanfaatkan Trans Jatim laut ini," tegasnya. (*/yan)

 
 
Editor : Ina Herdiyana
#transportasi #Trans Jatim #penggerak ekonomi #pemprov jatim