Namun, program di bawah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bangkalan tersebut akhirnya dicoret.
Dengan demikian, pemerintah dipastikan tidak akan menambah bahan literasi untuk perpusda tahun ini.
Baca Juga: Saksi Tidak Hadir, Keterangan Dibacakan JPU di Sidang Dugaan Pencurian Oknum Bhayangkari
"APBD yang ada jelas terkena efisiensi, jadi tidak ada penambahan anggaran," ungkap Kepala Dispusip Bangkalan, M. Ainul Ghufron.
Meski demikian, Ainul berkomitmen untuk mencari bantuan sarana dan prasarana literasi dari pemerintah provinsi dan pusat agar lembaga tetap dapat menambah koleksi literasi di tengah keterbatasan anggaran.
Dispusip juga akan berupaya mendapatkan bantuan untuk memenuhi fasilitas perpusda baru yang sedang dibangun tahun ini.
"Kami juga telah mengembangkan perpustakaan digital melalui aplikasi e-baca, sebagai respons terhadap transformasi dari buku cetak ke digital, di mana terdapat sekitar 600 buku. Namun, untuk penambahan koleksi, kami belum memiliki rencana," tegasnya.
Baca Juga: Bupati Bangkalan Keluarkan Surat Edaran untuk Cegah Persebaran Covid-19
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Juma’ menilai, kelengkapan koleksi buku di perpustakaan sangat penting.
Hal ini akan menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang. "Perlu disadari bahwa perpustakaan merupakan investasi untuk masa depan karena menjadi salah satu sumber pengetahuan yang dapat diakses, selain dari lembaga pendidikan," tegasnya. (lil/jup)