BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) Rp 6,7 miliar dari sektor pasar tradisional pada tahun ini.
Namun, hingga pertengahan 2025, capaian masih berada di angka 50 persen atau sekitar Rp 3 miliar.
Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Achmad Siddik mengatakan, ada 29 pasar tradisional yang dikelola pemkab dan tersebar di 18 kecamatan.
Baca Juga: Mayoritas SMP Negeri di Bangkalan Belum Penuhi Pagu, Dispendik Buka Jalur Tambahan Pendaftaran
Dua pasar terbesar penyumbang PAD adalah Pasar Ki Lemah Duwur dan Pasar Blega.
”Per Juni ini, realisasi PAD dari sektor pasar sudah tembus Rp 3 miliar,” ujarnya Selasa (30/6).
Saat ini penarikan retribusi masih difokuskan pada pedagang. Sementara dari sektor parkir, baru Pasar Ki Lemah Duwur yang menyetor pendapatan.
Pemkab berencana mengelola langsung parkir kendaraan di seluruh pasar untuk mengoptimalkan setoran ke kas daerah (kasda).
Baca Juga: Peserta PBI JK Naik, Beban Pemkab Bangkalan Menyusut
Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman menilai, sistem pengelolaan PAD dari pasar belum optimal.
Dia menyoroti potensi kebocoran yang masih tinggi dan meminta evaluasi sistem penarikan retribusi secara menyeluruh.
”Potensinya besar, tapi sistemnya rawan bocor. Harus ada pembenahan agar lebih transparan dan efisien,” tegasnya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana