News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Niat Puasa Asyura 10 Muharram, Lafal, Tata Cara, dan Keutamaannya dalam Islam

Mohammad Sugianto • Sabtu, 5 Juli 2025 | 13:09 WIB
Puasa Tasua dan Asyura
Puasa Tasua dan Asyura

Radarbangkalan.id – Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci dalam kalender Hijriah. Di antara hari-hari yang dimuliakan, tanggal 10 Muharram atau yang lebih dikenal dengan Hari Asyura menjadi momen penting bagi umat Islam. Di hari tersebut, Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk melaksanakan Puasa Asyura, karena keutamaannya yang luar biasa: menghapus dosa setahun yang lalu.

Namun, sebelum menunaikan ibadah ini, niat puasa Asyura menjadi bagian penting yang tidak boleh dilewatkan. Dalam Islam, niat adalah fondasi dari setiap ibadah, termasuk puasa sunnah. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya segala amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Artinya, niat menjadi pembeda antara ibadah dan sekadar kebiasaan biasa.

Lafal dan Tata Cara Niat Puasa Asyura

Niat puasa Asyura dilafalkan dalam hati pada malam hari sebelum berpuasa, atau di pagi hari sebelum masuk waktu zawal (matahari tergelincir), selama belum makan dan minum sejak subuh. Adapun lafal niat puasa Asyura yang umum dibaca oleh umat Islam adalah:

"Nawaitu shauma yaumal ‘Asyura sunnatan lillahi ta’ala"
Artinya: Saya niat berpuasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.

Lafal ini menunjukkan komitmen dan ketulusan hati untuk menunaikan ibadah semata-mata karena Allah, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Keutamaan Puasa Asyura

Hari Asyura memiliki sejarah panjang dalam Islam. Salah satu keutamaan yang disebutkan dalam hadits riwayat Muslim, adalah bahwa puasa pada hari tersebut dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya.

“Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Dengan demikian, niat puasa Asyura bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi pintu untuk mendapatkan pahala dan keberkahan. Ibadah ini juga mengajarkan umat Islam untuk lebih sadar secara spiritual dalam menyambut bulan-bulan mulia.

Tradisi dan Makna Spiritual

Di Indonesia, menjelang 10 Muharram, majelis taklim dan pengajian rutin mengajarkan kembali pentingnya niat dalam beribadah. Para ustaz dan ulama menekankan bahwa niat puasa Asyura harus dilandasi dengan keikhlasan, sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi dan mendekatkan diri kepada Allah.

Lebih dari sekadar tidak makan dan minum, puasa Asyura adalah momentum memperkuat iman, menghapus kesalahan, dan meneladani perjuangan para nabi terdahulu. Dengan meluruskan niat, setiap Muslim diharapkan bisa menyambut Hari Asyura dengan keimanan yang kuat dan semangat memperbaiki diri.

 

Editor : Mohammad Sugianto
#puasa tasua dan asyura 2025 #Tata Cara Puasa Tasua dan Asyura #Niat Puasa 10 Muharram #Muharam