BANGKALAN, Radarbangkalan.id – Hingga pertengahan 2025, koleksi Museum Cakraningrat Bangkalan belum mengalami penambahan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi penyebab stagnannya pengembangan koleksi di museum kebanggaan masyarakat Madura tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Bangkalan, Hendra Gemma Dominant, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan berbagai upaya agar koleksi museum bisa bertambah setiap tahunnya. Namun, rencana tersebut kandas karena tidak adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
"Idealnya, setiap tahun memang ada penambahan koleksi. Bisa melalui pembelian langsung atau kerja sama dengan masyarakat yang memiliki benda bersejarah," jelas Hendra, Selasa (8/7).
Disbudpar kerap menerima tawaran dari masyarakat yang memiliki benda-benda bersejarah bernilai tinggi. Namun, tidak semua bisa diakomodasi karena harga yang diajukan cukup tinggi.
Salah satu contohnya adalah foto Syarifah Ambami berbentuk piring kecil yang ditawarkan dengan harga Rp 45 juta.
“Kami pertimbangkan nilai historisnya, tapi kalau harganya tidak masuk akal dan di luar kemampuan anggaran, tentu tidak bisa kami beli,” tambah Hendra.
Karena keterbatasan dana, Disbudpar saat ini lebih mengandalkan kerja sama dengan para kolektor pribadi agar bersedia meminjamkan koleksi bersejarah mereka untuk dipajang di museum.
Selain itu, duplikasi benda bersejarah yang punya nilai edukatif juga menjadi solusi alternatif untuk menambah koleksi baru.
"Tidak semua benda harus orisinal. Jika memiliki nilai sejarah yang kuat, duplikasinya pun bisa kita manfaatkan untuk edukasi publik," ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menyatakan bahwa museum seharusnya terus dikembangkan agar bisa menjadi sumber edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata budaya.
“Kami berharap Disbudpar bisa memaksimalkan potensi Museum Cakraningrat. Selain untuk pelestarian budaya, juga untuk mendidik generasi muda,” tegas Nur Hasan.(za/jup)
Editor : Mohammad Sugianto