BANGKALAN,Radarbangkalan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus menggenjot optimalisasi aset daerah dengan melanjutkan program lelang aset tidak terpakai. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), serta mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset publik.
Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan, Ahmad Hafid, tahap kedua lelang akan difokuskan pada aset kendaraan dan barang scrap yang kondisinya sudah tidak layak pakai.
“Lelang tahap pertama sudah selesai. Tahap kedua saat ini menunggu pendataan dari perangkat daerah, khususnya aset kendaraan operasional, kendaraan pejabat, dan layanan publik,” ujar Hafid, Senin (15/7).
Salah satu aset yang masuk daftar lelang adalah tiga unit ambulans milik puskesmas, yang kini sudah mengalami kerusakan berat dan tidak dapat difungsikan kembali. Hafid menegaskan bahwa aset yang masih layak pakai akan dipertahankan, terutama untuk mendukung pelayanan publik.
“Kalau masih bisa digunakan, tetap dipertahankan. Tapi jika benar-benar tidak bisa diselamatkan, ya dilelang saja agar tidak jadi beban,” tegasnya.
Hafid juga menyebut, hingga saat ini sekitar 80 persen organisasi perangkat daerah (OPD) telah merampungkan pendataan aset dan menyatakan kesiapan untuk melelang barang-barang yang tidak lagi digunakan.
“Kami masih terus menelusuri semua aset daerah, baik bergerak maupun tidak bergerak,” imbuhnya.
Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Fatkhurrahman, menyambut baik upaya lelang aset ini. Ia menilai, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam penertiban dan pertanggungjawaban aset publik.
“Daripada dibiarkan rusak, lebih baik dilelang. Uangnya bisa menambah PAD dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.(lil/yan)
Editor : Mohammad Sugianto