News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Camat Blega Tegaskan Parkir Depan Pasar Ilegal, Korcam Bangkalan Berbagi Dukung Penertiban Merata

Mohammad Sugianto • Jumat, 18 Juli 2025 | 16:06 WIB

Parkir didepan pasar Blega kerap menimbulkan kemacetan parah
Parkir didepan pasar Blega kerap menimbulkan kemacetan parah

BANGKALAN,Radarbangkalan.id– Setelah sukses melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang trotoar Alun-Alun Blega, Pemerintah Kecamatan Blega kini bersiap mengambil langkah tegas terhadap parkir liar dan PKL ilegal di depan Pasar Blega. Camat Blega, Qomari, menyatakan dengan tegas bahwa aktivitas parkir yang selama ini terjadi di depan pasar merupakan parkir liar dan harus segera ditertibkan.

“Parkir di depan Pasar Blega itu parkir liar. Tidak ada dasar legalitasnya,” tegas Qomari, Kamis (17/07/2025).

Ia mengatakan, langkah penertiban ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, kepadatan arus lalu lintas di sekitar pasar menjadi salah satu penyebab utama kemacetan parah di kawasan Blega, khususnya saat jam-jam sibuk dan hari pasar.

“Tujuan penertiban ini adalah untuk mengurai kemacetan. Setiap hari depan pasar itu macet total, trotoar dipakai jualan, jalanan dipakai parkir, masyarakat susah lewat,” jelasnya.

Terkait rencana penertiban di depan pasar, Qomari menegaskan bahwa pihak kecamatan tidak bisa bertindak sendiri. Penanganan di area tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor karena sudah masuk dalam kawasan pasar tradisional yang menjadi ranah instansi lain.

“Berbeda dengan alun-alun, itu masih menjadi aset milik pemerintah kecamatan, jadi kami punya kewenangan langsung. Kalau yang di depan pasar, kami harus libatkan banyak pihak seperti kepala pasar, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam minggu ini pihaknya akan menggelar pertemuan lintas sektor dengan berbagai stakeholder terkait untuk merumuskan langkah strategis penertiban. Ia ingin pelaksanaan nantinya berjalan tertib, tidak menimbulkan kegaduhan, dan memberikan solusi yang adil bagi semua pihak, termasuk pedagang dan juru parkir.

“Kami akan koordinasikan secepatnya agar penertiban berjalan aman dan lancar seperti yang sudah kami lakukan di trotoar Blega. Alhamdulillah, penertiban kemarin itu berjalan dengan baik tanpa gesekan. Ini jadi modal penting untuk melangkah ke titik lain,” imbuhnya.

Qomari juga berharap, seluruh elemen masyarakat, khususnya pedagang dan pengelola parkir, bisa ikut mendukung langkah pemerintah dalam menata wajah Blega menjadi lebih rapi dan tertib.

“Kami tidak melarang orang mencari nafkah, tapi harus diatur, jangan sampai mengganggu hak pengguna jalan lain. Kota yang tertib itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu ketua Korcam Bangkalan berbagi menyambut baik inisiatif kecamatan Blega. Namun demikian, dia menegaskan upaya penertiban itu harus tegak lurus dan tidak ada tebang pilih.

“Jika ingin melakukan penertiban dengan dalih merusak estetika dan kemacetan, tolong parkir didepan pasar harus segera ditindaklanjuti,” katanya.

Sebab, menurut pria asli Desa Alasrajah itu, kemacetan yang paling fatal adalah yang ditimbulkan dari parkir liar. “Coba itu tertibkan semunya, kalau tidak, dikelola sehingga bisa memberikan pemasukan terhadap PAD,” katanya.

Dia mengungkapkan, pemanfaatan PAD, sejalan dengan visi dan misi bupati Bangkalan yaitu memanfaatkan potensi disemua sektor.“Jika mau serius, mari kita bersama-sama kita dukung pemerintah,” pungkasnya.(gik)

Editor : Mohammad Sugianto
#parkir liar #retribusi parkir #blega #macet #pad #Kecamatan Blega