News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Rentetan Kebakaran Landa Bangkalan Selama Semester Pertama 2025, Satpol PP Intensifkan Edukasi Pencegahan sejak Dini

Ina Herdiyana • Jumat, 25 Juli 2025 | 19:02 WIB

 

ANTUSIAS: Warga Desa/Kelurahan Kraton, Bangkalan, mengikuti simulasi memadamkan api di kantor kelurahan setempat, Kamis (24/7).
ANTUSIAS: Warga Desa/Kelurahan Kraton, Bangkalan, mengikuti simulasi memadamkan api di kantor kelurahan setempat, Kamis (24/7).

BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2025, tercatat sudah terjadi sebelas insiden kebakaran di Kabupaten Bangkalan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran di wilayah ini masih cukup tinggi.

Data dari Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bangkalan mencatat, sebagian besar insiden melibatkan bangunan, yakni sebanyak empat kasus.

Baca Juga: Verifikasi Dokumen Program BMU di Bangkalan Belum Rampung, 394 IKM Menanti Penyaluran Bantuan

Sementara itu, kebakaran lahan terjadi sebanyak tiga kali, disusul oleh insiden yang melibatkan tabung gas elpiji sebanyak dua kasus, serta satu kasus kebakaran kendaraan.

Kecamatan Bangkalan Kota menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yaitu enam kasus.

Sedangkan lima kecamatan lainnya, yakni Burneh, Socah, Kamal, Galis, dan Modung, masing-masing mencatat satu insiden kebakaran.

Plt Kepala Satpol PP Bangkalan Moawi Arif menyampaikan bahwa pihaknya kini aktif memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan awal kebakaran, terutama mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Baca Juga: Dugaan Perselingkuhan Picu Pembacokan di Pamekasan, Satu Warga Tewas di Tempat

”Upaya ini bertujuan agar masyarakat dan pelaku usaha memiliki pemahaman menyeluruh dalam mengantisipasi kebakaran,” jelas Moawi saat menyampaikan sosialisasi di Kelurahan Kraton pada Rabu (24/7).

Dia menambahkan, pemahaman tentang sumber api, teknik pemadaman, hingga proses evakuasi yang baik akan sangat membantu dalam meminimalkan kerugian.

Dia juga mengimbau agar setiap perusahaan yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang tepat.

Ini termasuk pembentukan tim tanggap darurat internal serta penyediaan alat pemadam api.

”Kami juga menganjurkan agar alat pemadam api ringan (APAR) tersedia hingga tingkat rumah tangga, RT, maupun RW,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian Lurah Kraton Agus Deny mengapresiasi inisiatif Damkar Bangkalan.

Dia menyebut, sosialisasi ini sangat penting karena Kelurahan Kraton merupakan kawasan padat penduduk.

”Kami akan berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW agar dapat menyediakan APAR sehingga potensi kebakaran bisa ditangani sejak dini,” pungkasnya. (lil/bil)

 

Editor : Ina Herdiyana
#insiden #semester pertama 2025 #bangkalan #satpol pp #kebakaran