SUMENEP, RadarBangkalan.id – Satreskrim Polres Sumenep belum berhasil mengungkap pelaku pencurian mobil Suzuki Ertiga di Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep.
Kasus yang terjadi Sabtu (10/5) itu masih menyisakan tanda tanya besar, karena pelakunya belum teridentifikasi.
Kanit Idik I Satreskrim Polres Sumenep Aiptu Asmuni, mengakui pihaknya menghadapi hambatan dalam menelusuri jejak pelaku.
Baca Juga: Sidang Etik Oknum Polisi Belum Jelas, Pelapor Tak Pernah Dipanggil
Berdasarkan penelusuran, kendaraan dengan nomor polisi F 113 OL itu tercatat atas nama Fais sebagai pemilik pertama.
Namun, ketika dilakukan penelusuran ke alamat yang tercantum dalam KTP, hasilnya nihil.
”Kami sudah ke Sukabumi untuk mengecek langsung alamat yang tertera, tapi rumahnya tidak ada,” ungkapnya.
Tak hanya itu, lurah dan RT setempat juga mengaku tidak mengenal nama Fais. Bahkan, setelah dilakukan pencocokan dengan data kartu keluarga (KK) yang ada di kantor kelurahan, nama Fais tidak tercantum.
Baca Juga: Terbukti Selundupkan Pupuk Subsidi, Sopir Truk Dituntut Setahun Penjara
”Kami menduga identitas itu palsu. Besar kemungkinan dokumen kependudukan sengaja dimanipulasi untuk keperluan tindak pidana,” jelas Asmuni.
Meski demikian, polisi belum menyerah. Asmuni menyebutkan bahwa penyelidikan terus dilanjutkan.
”Kami yakin 90 persen bahwa Fais terlibat dalam pencurian ini. Tapi kami juga sedang menyelidiki siapa saja yang turut serta. Kecurigaan muncul sejak awal karena nomor HP-nya tidak aktif,” katanya.
Di sisi lain, kuasa hukum pelapor, Jecky Susanto, menilai langkah penyelidikan kepolisian kurang maksimal.
Baca Juga: Dianggap Ganggu Pembinaan, 17 Napi Pamekasan Dikirim ke Nusakambangan
Da menyarankan agar polisi memeriksa rekaman CCTV di sejumlah titik persimpangan di Kota Sumenep serta menyelidiki komunikasi terakhir antara empat orang yang pernah memiliki mobil tersebut.
”Sayangnya, hingga kini belum ada tindakan konkret dari Satreskrim terkait hal itu. Ini menunjukkan lambannya kinerja Polres Sumenep dalam menangani kasus,” tegas Jecky.
Sebagai informasi, Suzuki Ertiga abu-abu metalik itu semula berada di bengkel milik Ismail pada Sabtu (10/5) sekitar pukul 16.00.
Namun, keesokan paginya, mobil tersebut raib. Ismail mengaku memegang kunci asli dan mencurigai mobil dicuri menggunakan metode khusus, mengingat sistem kendaraan itu menggunakan smart key yang tidak bisa dihidupkan tanpa alat tertentu.
Ismail langsung melaporkan kejadian itu ke polisi dan menyerahkan beberapa barang bukti, termasuk rekaman CCTV dari tetangganya yang memperlihatkan situasi malam kejadian. (tif/jup)
Editor : Ina Herdiyana