BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berencana memperketat penarikan pajak dari hotel dan restoran.
Hal itu disebabkan oleh efektivitas pemasangan tapping box yang dinilai kurang optimal.
Capaian pajak hotel pada semester pertama hanya mencapai 25 persen atau sekitar Rp 112 juta dari target yang ditetapkan sebesar Rp 450 juta.
Baca Juga: Dugaan Pencabulan oleh Guru di Blega Masih Gelap, Keterangan Korban Sering Berubah
Tapping box, yang seharusnya merekam transaksi wajib pajak, sering disalahgunakan seperti dimatikan saat transaksi berlangsung.
Akibatnya, data yang diperoleh oleh pemkab tidak mencerminkan jumlah pengunjung yang sebenarnya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menanggapi masalah ini dengan serius. DIa berencana memasang closed circuit television (CCTV) yang dirancang khusus untuk mendeteksi dan menghitung jumlah pengunjung.
”Dengan CCTV, kami bisa mengetahui berapa banyak orang yang masuk dan keluar. Sementara itu, tapping box bisa dimatikan,” ujarnya.
Untuk mengurangi kebocoran pendapatan di Kota Salak, Lukman juga mengungkapkan rencana untuk mengembangkan dua aplikasi elektronik, yaitu e-Potensi untuk menyimpan dan memantau potensi pendapatan asli daerah (PAD) dan e-Retribusi untuk aplikasi pembayaran. Langkah ini diambil untuk meningkatkan PAD.
"Kami akan menjalin kerja sama dan melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan pihak bank. Pembayaran akan dilakukan secara non-tunai, langsung ke bank. Saat ini proses tersebut masih berjalan," tambahnya.
Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Khotib Marzuki memberikan dukungan terhadap langkah pemkab dalam meningkatkan PAD.
Dia juga meminta agar pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) yang menghasilkan PAD. ”Tujuannya adalah menilai kinerja OPD.
Baca Juga: Bupati Lukman Dukung Penuh Program MBG, Dapur Makan Bergizi Percontohan Resmi Dibuka di Bangkalan
Dengan demikian, kami bisa menilai apakah instruksi bupati atau wakil bupati akan memberikan dampak. Sebab, dalam dua tahun terakhir, target PAD tidak pernah tercapai," pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Ina Herdiyana