News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Agustus 2025: Waspadai Kekeringan dan Hujan Ringan

Mohammad Sugianto • Minggu, 3 Agustus 2025 | 17:57 WIB
Ilustrasi kondisi musim kemarau yang berada pada puncaknya di bulan Agustus menurut BMKG
Ilustrasi kondisi musim kemarau yang berada pada puncaknya di bulan Agustus menurut BMKG

Radarbangkalan.id– Memasuki bulan Agustus 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru, cuaca di sebagian besar daerah akan didominasi kondisi cerah hingga berawan, dengan potensi hujan ringan di beberapa titik. Periode ini juga ditandai sebagai puncak musim kemarau.

BMKG mencatat, pada awal Agustus, sebagian wilayah seperti Lumajang, Banyuwangi, Probolinggo, dan Tuban berpotensi diguyur hujan ringan dalam intensitas lokal. Sementara itu, wilayah lainnya seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Kediri, Jember, dan Blitar diperkirakan mengalami cuaca cerah hingga berawan dengan suhu yang cenderung meningkat.

Agustus menjadi bulan puncak musim kemarau di Jawa Timur. Kondisi atmosfer yang kering dan tekanan angin timuran cukup dominan, menyebabkan curah hujan rendah dan intensitas sinar matahari tinggi. BMKG memperkirakan total curah hujan bulanan berada di kisaran 1–251 mm, tergolong rendah hingga sedang. Meski begitu, potensi hujan tetap ada, terutama di kawasan pegunungan dan daerah pesisir selatan.

“Meski sedang kemarau, dinamika atmosfer tetap bisa memicu hujan lokal di sejumlah wilayah. Warga diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, khususnya saat sore hingga malam hari,” terang Prakirawan BMKG Juanda dalam rilis resminya.

Untuk suhu udara selama Agustus, BMKG memperkirakan berkisar antara 16 hingga 33 derajat Celsius. Suhu terendah terjadi di daerah dataran tinggi seperti Batu dan Ponorogo, sementara suhu tertinggi berpotensi muncul di wilayah perkotaan padat seperti Surabaya dan Bojonegoro. Kelembapan udara cenderung bervariasi, tergantung waktu dan lokasi, dengan rata-rata berkisar 55–85 persen.

Dengan kondisi kering yang meluas, masyarakat diimbau waspada terhadap dampak musim kemarau yang lebih ekstrem. Risiko kekeringan lahan pertanian, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah hutan jati dan lahan gambut.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta meningkatkan patroli lahan serta sosialisasi ke masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk kebutuhan pertanian maupun limbah.

BMKG mengimbau masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca harian melalui kanal resmi seperti aplikasi Info BMKG, media sosial, dan situs web resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak, terutama bagi petani, nelayan, serta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor dan kekeringan.

Ringkasan Prakiraan Cuaca Jawa Timur Agustus 2025:

Dengan kondisi cuaca yang kering dan suhu udara cukup tinggi, masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh, menghemat penggunaan air, dan tidak lengah terhadap risiko bencana selama musim kemarau berlangsung.(gik)

 

Editor : Mohammad Sugianto
#bmkg #prediksi cuaca #kemarau #puncak kemarau