BANGKALAN, RadarMadura.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan mulai memitigasi bencana kekeringan di sejumlah kecamatan. Musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung hingga akhir September mendatang.
Kabid kedaruratan dan logistik BPBD Bangkalan Eko Sugiharto mengatakan, institusinya sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) untuk memitigasi kemarau panjang. ”Misalnya, mulai melakukan pendataan desa yang bakal terdampak kekeringan,” katanya.
Menurut Eko, institusinya sudah memetakan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem. Yakni 50 desa yang tersebar di 10 kecamatan. ”Perinciannya Kecamatan Arosbaya, Klampis, Sepulu, Kokop, Geger, Konang, Blega, Galis, Tanah Merah, dan Kwanyar,” imbuhnya.
Eko tidak menampik jika dalam pendistribusian air ke sejumlah desa tersendat. Apalagi, jumlah armada terbatas. Wilayah yang terdampak kekeringan juga cukup luas dan jaraknya berjauhan.
"Tahun ini alhamdulillah kami mendapatkan tambahan satu armada tanki air. Kami juga akan melakukan pendistribusian tandon ke desa terdampak," tandasnya. (za/yan)
Editor : Mohammad Sugianto