News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Mahasiswa Internasional Ikut Wujudkan Gili Iyang Hijau Lewat SEGTA 2025

Ina Herdiyana • Senin, 11 Agustus 2025 | 22:40 WIB
TURUN LANGSUNG: Peserta Segta 2025 FTMM UNair Surabaya sedang melakukan kegiatan penanaman pohon di Desa Banraas, Kecamatan Dungkek Pulau Gili Iyang, Minggu (10/8). 
TURUN LANGSUNG: Peserta Segta 2025 FTMM UNair Surabaya sedang melakukan kegiatan penanaman pohon di Desa Banraas, Kecamatan Dungkek Pulau Gili Iyang, Minggu (10/8). 

SUMENEP – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) kembali menggelar program Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2025 di Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Minggu (10/8).

Kegiatan ini diikuti 94 peserta, terdiri atas 62 mahasiswa dan 32 staf, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, Palestina, China, Sudan, dan Gambia.

Program tahunan ini bertujuan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan demi membantu masyarakat setempat.

Baca Juga: DPMD Bangkalan Siapkan Bimtek Pengajuan Modal Koperasi Merah Putih, Target Mulai September 2025

Tahun ini lima fokus kegiatan digelar di Pulau Oksigen, mulai dari penanaman pohon kelapa, pemberdayaan siswa SMP dengan mobil listrik bertenaga surya, pemantauan kualitas udara secara real time, penggunaan drone untuk pemetaan potensi wisata, hingga perawatan panel surya.

Wakil Ketua SEGTA 2025 Yoga Uta Nugraha menjelaskan, seluruh peserta dibagi menjadi lima kelompok sesuai bidangnya.

Di Puskesmas Pembantu Gili Iyang, mereka memantau pos oksigen. Sementara di Wisata Batucanggah, dilakukan pemetaan lokasi dengan drone.

Di Pantai Ropet, tim melakukan perawatan solar cell sekaligus menanam 25 bibit kelapa dengan pupuk cair hasil riset Unair.

”Kami juga melibatkan 20 siswa SMP untuk belajar membuat mainan mobil listrik dengan panel surya, agar mereka memahami implementasi energi terbarukan,” ujar Yoga.

Ketua Pokdarwis Pulau Giliyang Ahyak Ulumuddin mengapresiasi kegiatan ini karena dirasakan manfaatnya langsung oleh warga. ”Bibit kelapa yang ditanam diharapkan bisa mencukupi kebutuhan di masa depan,” katanya.

Ubai Dillah, warga setempat, menambahkan bahwa panel surya di Pantai Ropet sangat membantu wisatawan yang butuh mengisi daya ponsel saat darurat. ”Sudah banyak yang memanfaatkannya,” ujarnya.

SEGTA menjadi agenda rutin FTMM Unair dan selama beberapa tahun terakhir dipusatkan di Gili Iyang.

Baca Juga: Penyerahan PSU Perumahan di Bangkalan Masih Nihil, Pemkab Targetkan 5 Perumahan Tahun Ini

Diharapkan program ini berlanjut dengan inovasi baru yang semakin bermanfaat bagi warga dan lingkungan. (iqb/bil)

 

Editor : Ina Herdiyana
#hijau #gili iyang #SEGTA #internasional #mahasiswa