BANGKALAN – Layanan bus Trans Bangkalan yang sempat beroperasi pada 2024 dengan tiga rute, Bangkalan–Kamal, Bangkalan–Blega, dan Bangkalan–Tanjungbumi, direncanakan kembali berjalan pada 2026.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan Akhmad Roniyun Hamid menjelaskan bahwa pada 2025 layanan ini ditiadakan karena kontrak dengan organisasi angkutan darat (organda) tidak diperpanjang dan tidak ada alokasi anggaran operasional.
”Kontraknya tidak diperpanjang dan memang tidak ada anggaran,” ungkapnya.
Akibatnya, lima unit bus Trans Bangkalan kini tidak beroperasi. Dua unit lainnya tetap digunakan untuk antar-jemput mahasiswa Institut Agama Islam Syaikhona Mohammad Cholil, sedangkan sebagian disewakan untuk kebutuhan masyarakat.
Roni menyebut, jika tahun depan tersedia anggaran, layanan ini akan dihidupkan kembali dengan armada berukuran lebih kecil.
”Kalau anggaran ada, Trans Bangkalan bisa beroperasi lagi, tapi dengan kendaraan yang lebih kecil,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bangkalan Fadhurrosi mendorong agar Trans Bangkalan tetap dipertahankan dan diintegrasikan dengan Trans Jatim.
Menurut dia, layanan tersebut sangat membantu mobilitas warga. ”Trans Bangkalan harus tetap ada dan terintegrasi dengan Trans Jatim,” ujarnya. (za/bil)
Editor : Ina Herdiyana