BANGKALAN,Radarbangkalan.id– Ratusan warga RW 10, Dusun Karangkemasan, Desa Blega, Kecamatan Blega, tumpah ruah memadati halaman acara malam resepsi HUT RI ke-80, Senin (11/8) malam. Peringatan kemerdekaan di tingkat RW itu berlangsung meriah, hangat, dan penuh kebersamaan.
Acara dibuka dengan doa dan tahlil bersama untuk mendoakan arwah para pahlawan dan pejuang kemerdekaan. Nuansa khidmat ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan besar.
Usai doa, suasana berubah semarak saat grup musik daul dug-dug Mekar Jaya yang digawangi remaja dan pemuda setempat mulai mengalun. Dentuman khas musik tradisional Madura itu mengiringi sorak-sorai penonton yang antusias.
Panggung hiburan malam itu tak hanya diisi musik daul. Atraksi seni turut memikat penonton, mulai dari penampilan dancer, tarian tradisional, hingga aksi pencak silat yang memukau. Puncaknya, panitia menghadirkan orkes Aurelia yang sukses menggoyang penonton hingga larut malam.
Suasana kian meriah saat pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang sebelumnya digelar dalam rangkaian HUT RI. Ketua RW 10, H. Rusliydi, menyampaikan apresiasi kepada warganya.
“Atas nama Ketua RW dan panitia, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menyemarakkan HUT kemerdekaan. Mohon maaf bila ada kekurangan, dan semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi. Terima kasih juga kepada semua donatur yang telah mendukung demi kemajuan kampung kita,” ujarnya.
Baca Juga: Sambut Kejurnas, IODI Bakal Rekrut Atlet Baru
Camat Blega, Qomari, yang hadir langsung dalam acara tersebut mengaku terharu melihat kekompakan warganya. “Perayaan setingkat RW ini luar biasa. Kami, pemerintah kecamatan, mengucapkan terima kasih karena RW 10 telah berpartisipasi memeriahkan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan, lomba, serta doa dan tahlil bersama. Memang kita tidak ikut berperang merebut kemerdekaan, tapi tugas kita adalah mengisinya,” katanya.
Qomari juga mengingatkan bahwa perjuangan para pahlawan dan ulama telah membawa Indonesia merdeka. “Hanya di negeri ini kita bisa bebas. Saya terharu, sampai malam ini saya tetap memakai seragam sebagai bentuk apresiasi. Semoga warga RW 10 selalu rukun dan kompak. Mari kita isi kemerdekaan dengan menjaga kerukunan, seperti yang diinginkan para pahlawan,” pesannya.
Malam resepsi ditutup dengan penampilan terakhir dari orkes Aurelia, dipimpin oleh para pemuda Karangkemasan. Tawa, sorak, dan tepuk tangan menandai berakhirnya acara yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga. Semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air kembali tumbuh di hati masyarakat RW 10.(gik)
Editor : Mohammad Sugianto