BANGKALAN – Proses rekrutmen murid Sekolah Rakyat di Bangkalan sudah dibuka sejak Jumat (11/7). Namun, hingga saat ini pagu setiap rombongan belajar yang ada belum terisi penuh.
Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Bangkalan Muhammad Aminullah mengaku jumlah murid yang mendaftar baru 70 anak.
Perinciannya, 29 orang di tingkat sekolah dasar (SD) dan sisanya 41 sekolah menengah pertama (SMP).
Sementara itu, pagu untuk program Kementerian Sosial (Kemensos) ini sebanyak 100 siswa. Dengan jumlah empat rombel. Kuota tiap rombel 25 murid.
Dengan demikian, yang dibutuhkan yakni 50 murid untuk SD dan 50 untuk SMP.
”Untuk tingkat SMP kurang sedikit. Memang dari awal yang sedikit kesulitan itu untuk tingkat SD,” kata Amin.
Dia optimistis, hingga kegiatan belajar mengajar (KBM) digelar pada awal September mendatang, semua pagu tersebut akan terpenuhi.
Mengingat sejak awal seluruh stakeholder terkait bergerak bersama untuk menyukseskan asta cita Presiden Prabowo Subianto ini.
”Untuk SDM-nya, seperti kepala sekolah dan gurunya sudah mulai dilakukan rekrutmen juga. Langsung dilakukan pemerintah pusat, Kemensos,” sebutnya.
Koordinator PKH Wilayah VI Jawa Timur Hanafi mengeklaim tidak ada masalah dalam proses rekrutmen murid Sekolah Rakyat di Kota Salak.
Namun, tantangannya karena tidak sedikit orang tua dan calon siswa yang masih ragu dengan sistem boarding school.
”Karena ini program baru, maka kami bersama teman-teman SDM PKH harus ekstra dalam meyakinkan masyarakat dan calon wali siswa, untuk dapatkan edukasi perihal kebijakan strategis Bapak Presiden ini,” katanya. (lil/luq)
Editor : Ina Herdiyana