BANGKALAN – Kehadiran program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bangkalan mendapatkan catatan serius dari dewan pendidikan (DP) setempat.
Mulai dari persiapan sarana dan prasarana hingga roadmap besar pasca pelajar selesai menjalani pendidikan di SR.
Ketua Dewan Pendidikan Bangkalan Abdillah Rahman menaruh harapan besar kehadiran SR di Kota Salak benar-benar menjadi solusi dan bermanfaat. Baik untuk menekan angka putus sekolah hingga mengurangi kemiskinan.
”Jangan nanti justru menambah masalah baru. Artinya, sumber daya manusia (SDM) yang disiapkan harus benar-benar mumpuni dan memiliki komitmen untuk memajukan dunia pendidikan. Tidak berorientasi pada proyek,” kata Abdillah.
Dia juga minta Pemkab Bangkalan membuat roadmap besar agar pelajar lulusan SR tidak hanya menjalani pendidikan wajib sekolah 13 tahun.
Akan tetapi, bisa melanjutkan studi hingga ke tingkat perguruan tinggi.
”Misal dengan membangun jejaring atau kerja sama dengan berbagai universitas. Baik dengan perguruan tinggi yang ada di Bangkalan, Surabaya, dan kota besar lainnya di Indonesia. Sehingga, setelah pelajar lulus, mereka bisa melanjutkan studi dengan biaya yang minim,” tegasnya.
Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Bangkalan Muhammad Aminullah memastikan pelaksanaan SR di Bangkalan sesuai jadwal.
Jika merujuk jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat, kegiatan belajar mengajar (KBM) akan dimulai pada Senin (1/9).
Dia menyebut sejauh ini jumlah pelajar yang sudah melakukan pendaftaran sebanyak 71 orang. Perinciannya, 29 orang untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan 42 orang tingkat sekolah menengah pertama (SMP).
”Pagu yang dibutuhkan sebanyak 100 pelajar dan terbagi empat rombongan belajar (rombel). Masing-masing dua rombel untuk tingkat SD dan SMP, dengan kapasitas 25 orang per rombel. Berkenaan dengan sistem dan lain sebagainya, kami masih menunggu petunjuk dari Kemensos,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Ina Herdiyana