News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Presma Universitas Trunojoyo Madura Sebut Keterangan Korban Berlebihan

Ina Herdiyana • Senin, 18 Agustus 2025 | 18:23 WIB

 

 

SEMANGAT: Presiden Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Moh. Fauzy. 
SEMANGAT: Presiden Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Moh. Fauzy. 

BANGKALAN – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Moh. Fauzy akhirnya angkat bicara soal dugaan penganiayaan terhadap Ma’anil Mafazila A’la.

Menurut dia, keterangan mahasiswa baru (maba) UTM itu dianggap berlebihan.

Fauzy mengakui jika dirinya ada di tempat kejadian perkara (TKP) korban dianiaya. Dia mendatangi lokasi karena menerima informasi jika Ma’anil Mafazila A’la dibawa seseorang yang tidak dikenal.

Dia mendatangi lokasi karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Saya tidak sendiri waktu itu karena juga khawatir takut terjadi sesuatu,” ujarnya.

Saat di lokasi, Fauzy melihat korban sudah ada di TKP. Dia menegaskan, tidak ada aksi pemukulan terhadap korban selama dirinya di lokasi.

Agar persoalan tidak semakin rumit, akhirnya dibuatlah surat pernyataan antara kedua belah pihak.

”Surat pernyataan belum ditandatangani, saya keluar duluan untuk salat Magrib,” tuturnya.

Pasca salat Magrib, tiba-tiba datang tiga orang dari pihak korban. Mereka menandatangani surat pernyataan yang telah dibuat para pihak.

Fauzy mengaku kaget setelah para pihak bertanda tangan sepakat penawaran ajakan duel.

”Saya pun kaget mendengar itu dan saya sendiri juga bingung harus berbuat apa waktu itu,” paparnya.

Fauzy menilai, keterangan korban dianggap berlebihan karena tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Termasuk adanya dugaan penculikan terhadap korban. ”Terlalu banyak bahasa yang dibuat-buat oleh pihak korban,” tegasnya.

Sultan Fuadi selaku paman korban menyatakan, korban diculik oleh beberapa orang tidak dikenal pada saat perjalanan pulang ke kosnya.

Dia dibawa ke sebuah kontrakan di Perumahan Graha Trunojoyo. Setibanya di lokasi, korban langsung diintimidasi dan diancam oleh pelaku.

”Setelah diintimidasi dan diancam, terjadilah pemukulan kepada korban,” ucapnya.

Korban memang diajak membuat surat perjanjian dan diajak untuk duel oleh pelaku. Sultan mengutarakan, ada beberapa orang di lokasi, termasuk Presma UTM Moh. Fauzy.

”Informasinya, pelaku bukan mahasiswa UTM, tapi pada saat kejadian ada Presma UTM,” tukasnya. (za/bil)

Editor : Ina Herdiyana
#berlebihan #UTM #Presiden Mahasiswa #korban #universitas trunojoyo madura #keterangan #Presma