SAMPANG – Moh. Rokib warga Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Sampang, ditemukan meninggal, Minggu (17/8).
Jenazah pria berusia 39 tahun itu ditemukan 800 meter dari titik awal ditemukannya perahu yang ditinggalkan.
Pria yang bekerja sebagai nelayan itu dievakuasi dari jaring ikan Dusun Labuhan Timur, Desa Labuhan.
Kepala Pelaksana BPBD Sampang Chandra Ramadhani Amin melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga jika Rokib hilang saat melaut pada Sabtu (16/8). Rokib hilang di perairan Dusun Labuhan Timur, Desa Labuhan.
”Warga hanya menemukan perahunya tanpa ada orang (Rokib) di laut,” katanya.
Pihaknya langsung bergegas menuju lokasi titik hilangnya korban. BPBD Sampang melibatkan sejumlah pihak untuk mencari korban.
Di antaranya dari Basarnas, BPBD Sampang, Agisena BPBD Jatim, pemdes, dan masyarakat sekitar.
”Tapi, pencarian hingga malam hari tidak membuahkan hasil. Sehingga, pencarian dilanjutkan pada hari ini (kemarin),” ujarnya.
Hozim mengungkapkan, pada hari pertama pencarian ada beberapa kendala yang menyebabkan tim kesulitan mencari korban.
Di antaranya, kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, angin dan arus ombak di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) cukup besar. ”Kondisi ini menyulitkan kami untuk melakukan pencarian korban,” ungkapnya.
Tim gabungan dibantu masyarakat kembali melakukan pencarian pada Minggu (17/8). Pukul 05.30 tim gabungan mendapatkan informasi dari nelayan jika korban sudah ditemukan.
”Korban ditemukan 800 meter dari lokasi awal dinyatakan hilang dalam keadaan sudah meninggal dunia. Posisinya nyangkut di jaring nelayan,” bebernya.
Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap korban. Lalu, jenazah diantarkan ke rumah duka dan langsung dikebumikan.
Hozin mengimbau nelayan agar waspada dan ekstra hati-hati saat melaut. Termasuk memperhatikan cuaca dan keselamatan diri.
”Kami mengimbau masyarakat terus waspada saat kondisi ombak tidak memungkinkan, hendaknya jangan memaksakan diri untuk melaut,” pesannya. (bai/bil)
Editor : Ina Herdiyana