News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Luasan Lahan Tembakau di Bangkalan Melejit, Tumbuh 100 Persen dalam Satu Tahun

Mohammad Sugianto • Jumat, 22 Agustus 2025 | 03:31 WIB
Tembakau milik salah satu petani yang ada di Desa Alasrajah Kec. Blega Kab. Bangkalan
Tembakau milik salah satu petani yang ada di Desa Alasrajah Kec. Blega Kab. Bangkalan

BANGKALAN,Radarbangkalan.id – Kabupaten Bangkalan mencatatkan capaian penting dalam pengembangan komoditas tembakau. Data terbaru menunjukkan, luasan lahan tembakau di daerah ini melonjak tajam hanya dalam kurun waktu satu tahun. Jika pada musim tanam 2024 lalu petani hanya mampu menggarap sekitar 15 hektare, maka pada musim tanam 2025 ini luasannya meningkat drastis menjadi 30 hektare.

Hal itu diungkap oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian (Disperta) Bangkalan, Cristian Henry Karyadinata dalam diskusi publik yang digelar oleh APTI Bangkalan kamis (21/8). Dia menilai perkembangan ini sebagai kabar yang menggembirakan sekaligus membanggakan. Menurutnya, lonjakan tersebut menjadi bukti nyata bahwa minat dan semangat petani untuk menggarap tembakau semakin tinggi.

“Ini sangat menggembirakan. Dari 15 hektare kini menjadi 30 hektare. Angka ini menunjukkan perkembangan 100 persen dalam satu tahun saja,” tegas Cristian.

Peningkatan signifikan ini juga diapresiasi oleh Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DPC Bangkalan, Mohammad Sugianto. Ia menilai pertumbuhan luasan lahan tersebut merupakan respon positif dari para petani setelah deklarasi Bangkalan sebagai daerah siap tanam tembakau yang dicanangkan tahun lalu.

“Berkembangnya luasan lahan ini adalah bentuk respon nyata petani. Saya pribadi sangat gembira melihat semangat mereka untuk berubah dan maju. Tentu inilah yang sejak awal kami harapkan,” ujar Sugianto, pria asli Kecamatan Blega.

Lebih jauh, Sugianto menambahkan bahwa capaian ini sebenarnya bisa lebih besar jika tidak terkendala kondisi cuaca. Fenomena kemarau basah yang terjadi pada musim tanam tahun ini, menurutnya, membuat sebagian petani menunda atau mengurangi perluasan lahan tanam.

“Kalau saja tahun ini tidak terjadi kemarau basah, bukan hanya 100 persen, tapi mungkin bisa berkembang sampai 200 persen. Begitu tingginya antusiasme petani untuk menanam karena melihat prospek keuntungan yang menjanjikan dari komoditas ini,” jelasnya.

Meski begitu, ia tetap optimistis bahwa perkembangan lahan tembakau di Bangkalan akan terus tumbuh di tahun-tahun mendatang. Untuk itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan APTI dalam mendukung kebutuhan petani, baik dari sisi penyediaan sarana, pembinaan, maupun pemasaran hasil panen.

“Kami berharap kerja sama dengan pemerintah terus berjalan baik, agar tujuan besar mengangkat perekonomian masyarakat melalui tembakau ini benar-benar bisa terwujud,” pungkasnya.

Dengan peningkatan luasan lahan yang signifikan, Bangkalan kini semakin mantap menapaki jalan menuju daerah sentra tembakau di Jawa Timur.(gik)

 

Editor : Mohammad Sugianto
#pemkab bangkalan #disbun jatim #petani tembakau #APTI Jatim