BANGKALAN – Persoalan sampah di Kabupaten Bangkalan belum terselesaikan hingga saat ini.
Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan berencana membangunan lima tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) baru. Fasilitas itu diproksikan mengkover 18 kecamatan.
Kepala DLH Bangkalan Anang Yulianto mengatakan, untuk mengatasi persoalan sampah di Bangkalan instansinya berencana untuk menambah lima TPST baru.
Salah satu yang dipersiapkan untuk pembangunan adalah lahan terminal tipe A milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Rencananya ditukar guling dengan lahan milik Pemkab Bangkalan.
”Kami akan membangun setidaknya lima TPST baru yakni di wilayah, timur, tengah, dan kota,” terangnya.
Namun, secara pasti lokasi lima TPST baru itu belum jelas. Anang hanya memastikan, untuk di wilayah perkotaan tempat pengelolaan sampah harus lebih banyak.
Mengingat, produksi sampah juga lebih banyak dibandingkan di wilayah kecamatan. ”Jika yang terminal tipe A itu disetujui bisa dibangun lebih dari satu TPST,” katanya.
Sebelumnya, DLH berencana untuk membuka TPST di Kecamatan Blega. Namun rencana itu kandas setelah mendapatkan penolakan dari warga sekitar.
Dinas terkait harus memutar otak mencari lahan baru. Dengan demikian, pembangunan bisa segera direalisasikan.
Anggota Komisi III DPRD Bangkalan, Takdir Mukjizat juga mengetahui jika pembangunan TPST di Kecamatan Blega tidak bisa dilanjutkan.
Sebab, ada penolakan dari masyarakat sehingga pemerintah harus mencari lokasi lain.
”Lahan yang akan dibangun TPST di Kecamatan Blega gagal, karena menuai penolakan dari masyarakat,” ucapnya. (za/han)
Editor : Ina Herdiyana