News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kematian Lansia di Banyuates Menyisakan Tanda Tanya, Polisi Belum Ungkap Pelaku

Ina Herdiyana • Senin, 25 Agustus 2025 | 23:08 WIB

 

BELUM TERUNGKAP: Anggota Polsek Banyuates menunjukkan luka yang dialami korban di TKP, Jumat (22/8). 
BELUM TERUNGKAP: Anggota Polsek Banyuates menunjukkan luka yang dialami korban di TKP, Jumat (22/8). 

SAMPANG – Polres Sampang sedang mendalami kasus kematian Saturi, warga Dusun Beih, Desa Olor, Kecamatan Banyuates, Sampang.

Pria 76 tahun itu ditemukan tak bernyawa di musala rumahnya pada Jumat (22/8) malam.

Pada tubuh pria lanjut usia (lansia) itu ditemukan sejumlah luka akibat benda tumpul.

Diduga kuat, almarhum dibunuh. Sayangnya, hingga Minggu (24/8), polisi belum berhasil mengungkap pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.

Kapolsek Banyuates Iptu Siswanto membenarkan tewasnya Saturi. Pria yang bekerja sebagai petani tersebut ditemukan meninggal dunia di musala rumahnya.

”Iya benar, kami menerima laporan pada pukul 20.00. Korban diduga dibunuh,” katanya.

Siswanto mengutarakan, korban tinggal bersama anak dan menantunya. Sebelum kejadian itu, anak dan menantu Saturi pergi untuk menghadiri undangan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Planggaran Barat, Kecamatan Banyuates.

Artinya, korban ditinggal sendirian di rumah. ”Mereka (anak dan menantu) baru pulang ke rumahnya pukul 19.00,” ujarnya kepada JPRM.

Setiba di rumah, anak Saturi curiga karena lampu rumah belum dinyalakan. Ketika lampu dinyalakan, mereka menemukan Saturi tergeletak di musala.

”Saturi ditemukan dalam keadaan meninggal ditutupi sajadah dan sarung,” ungkap Siswanto.

Setelah menerima laporan, Polsek Banyuates langsung bergerak ke TKP. Setelah dilakukan visum, ada beberapa luka di tubuh korban.

Di antaranya, luka di bagian pelipis sebelah kanan, bibir sebelah kiri, dan di kemaluan.

”Berdasarkan hasil visum luar, tim tenaga kesehatan (nakes) menyatakan luka tersebut disebabkan oleh benda tumpul,” terangnya.

Tim Polsek bersama Satreskrim Polres Sampang sudah melakukan olah TKP pasca kejadian. Pihaknya melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan itu. ”Belum ada titik terang siapa pelaku maupun motifnya,” ujarnya.

Siswanto mengutarakan, keluarga korban sudah dimintai keterangan. Ada tiga saksi yang sudah diperiksa.

Pihaknya akan memanggil dua saksi baru, yakni tetangga korban untuk mengungkap kasus tersebut.

Selain itu, barang bukti (BB) berupa sarung yang digunakan menutupi korban dan kaus yang dipakai korban sudah diamankan.

”Perkaranya sudah kami limpahkan pada Satreskrim Polres Sampang,” ucapnya.

Plh Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyampaikan, pihaknya butuh keterangan saksi tambahan untuk mengungkap dugaan kasus pembunuhan tersebut.

Satreskrim sudah mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. ”Sekarang masih proses penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Ketua LPBH NU Sampang Lukman Hakim menilai, kuat dugaan korban meninggal karena dianiaya.

Sebab, ada bekas luka akibat benda tumpul di tubuhnya. Selain itu, jasad korban ditutupi sarung dan sajadah. ”Itu sudah jelas ada pelakunya,” ujarnya.

Menurut dia, pihak keluarga menjadi saksi kunci untuk mengungkap kasus tersebut. Apakah korban memiliki permasalahan sebelum meninggal dunia. Selain itu, polisi mesti memutar otak untuk mengungkap pelaku.

”Jangan hanya melakukan pemeriksaan saksi. Bisa juga melakukan penyamaran di sekitar TKP,” pungkasnya. (bai/bil)

Editor : Ina Herdiyana
#banyuates #polisi #sampang #tanda tanya #lansia #pelaku #kematian