News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pasien Campak Meningkat, Ruang Isolasi Anak di RSUD Syamrabu Bangkalan Penuh

Ina Herdiyana • Selasa, 26 Agustus 2025 | 19:00 WIB
INTENSIF: Dokter spesialis anak RSUD Syamrabu Mega Malynda saat melakukan pemeriksaan pasien campak, Senin (25/8).
INTENSIF: Dokter spesialis anak RSUD Syamrabu Mega Malynda saat melakukan pemeriksaan pasien campak, Senin (25/8).

BANGKALAN – Wabah campak kembali marak di Kabupaten Bangkalan. Kondisi tersebut membuat ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambani Ratu Ebu (Syamrabu) penuh.

Sampai saat ini, masih terdapat 17 orang yang menjalani perawatan intensif di RSUD Syamrabu. Belasan pasien tersebut menempati tiga ruang isolasi dengan kapasitas 17 bed yang tersedia di layanan kesehatan pelat merah tersebut.

Dokter spesialis anak RSUD Syamrabu Mega Malynda mengatakan, pasien campak mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kasus tertinggi terjadi  bulan ini. Bahkan, jumlahnya mencapai 50 pasien.

”Januari hingga Agustus terdapat 275 pasien campak. Ratusan pasien itu berasal dari berbagai kalangan usia. Tapi, didominasi balita,” kata Mega.

Menurut dia, kasus pasien meninggal karena morbili tercatat satu orang. Pasien tersebut meninggal pada Januari.

Sementara itu, pasien campak yang dirawat di rumah sakit pelat merah tersebut mayoritas berasal dari Kecamatan Geger, Modung, dan Kokop.

”Kebanyakan pasien belum diimunisasi campak. Imunisasi itu dilakukan saat usia anak mencapai sembilan bulan,” tuturnya.

Mega menyatakan, kasus campak di Bangkalan sudah tergolong kejadian luar biasa (KLB). Peningkatan kasus campak juga terjadi di kabupaten lain yang ada di Madura.

”Mereka ada yang rujukan dari puskesmas, juga ada yang datang secara mandiri ke sini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Nur Khotibah mengungkapkan, jika merujuk pada data Minggu (24/8), terdapat satu orang suspek dan satu orang lainnya dinyatakan positif campak.

”Kalau ada kasus, kami langsung intervensi. Kami melakukan penelusuran ke lapangan dengan membawa vaksin satu paket dengan vitamin,” tegasnya.

Baca Juga: Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan Lakukan Migrasi Website, Muncul Situs Palsu

Dia menegaskan, institusinya rutin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) setiap tiga bulan sekali ke 18 puskesmas yang ada di Bangkalan.

”Tujuannya, memastikan capaian program, salah satunya berkenaan dengan penanganan campak,” pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Ina Herdiyana
#pasien #ruang isolasi #bangkalan #RSUD Syamrabu #campak #penuh