BANGKALAN,Radarbangkalan.id – Target retribusi layanan Rumah Potong Hewan (RPH) di Kabupaten Bangkalan tahun 2025 sebesar Rp303,7 juta terancam tidak tercapai. Hingga Juli, realisasi retribusi baru menyentuh Rp116,3 juta atau sekitar 38,31 persen dari target.
Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Bangkalan, Aswan, mengakui capaian tersebut masih jauh dari harapan. Apalagi kini sudah memasuki triwulan ketiga, sementara target minimal seharusnya Rp187,3 juta.
“Capaian retribusi kita masih rendah. Sisa waktu tinggal empat bulan lagi untuk mengejar target,” ujarnya, Senin (25/8).
Menurunnya capaian retribusi disebut akibat berkurangnya aktivitas pemotongan hewan di sejumlah RPH. Dari sembilan RPH yang ada di Bangkalan, hanya empat yang masih produktif, bahkan hanya tiga di antaranya yang memiliki volume pemotongan cukup tinggi.
“Beberapa rumah potong hewan sangat sepi aktivitas, bahkan nyaris tidak ada pemotongan,” tambah Aswan.
Meski menghadapi tantangan, Disnakkeswan berkomitmen untuk mengejar target retribusi sebelum akhir tahun. Berbagai langkah akan ditempuh, mulai dari meningkatkan silaturahmi dengan para jagal sapi hingga memperbanyak sosialisasi terkait pentingnya pemotongan di RPH resmi.
“Kami juga gencar menempelkan stiker halal di lingkungan pemotongan agar lebih meyakinkan masyarakat,” jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Fathurrahman, meminta agar Disnakkeswan memaksimalkan waktu tersisa untuk menggenjot retribusi RPH. Menurutnya, retribusi ini penting sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).“Sebelum tutup tahun, target yang sudah disepakati harus bisa terpenuhi,” tegasnya. (za/bil)
Editor : Mohammad Sugianto