SAMPANG – Jumlah traffic light yang ada di Kota Bahari saat ini mencapai belasan. Namun, ada satu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) yang tidak berfungsi lantaran rusak.
Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang tidak melakukan perbaikan karena tidak memiliki anggaran.
Kabid Hubungan Darat Dishub Sampang Heri Budiyanto melalui Kasi Lalu Lintas Jalan Khotibul Umam mengatakan, pemerintah telah mendirikan 11 traffic light di sejumlah lokasi. ”Baik di kawasan perkotaan maupun di kecamatan,” katanya.
Dijelaskan, traffic light tersebut tersebar di di persimpangan Jalan Raya Torjun, Barisan, Tenten, Monumen, Gudang Garam, Terminal Trunojoyo, Masjid Duwe’ Pote, Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kaseran, Jalan Suhadak, dan persimpangan Ketapang.
”Tapi, satu traffic light di persimpangan Jalan Raya Torjun rusak,” katanya.
Menurut dia, traffic light tersebut sudah sekitar dua tahun tidak berfungsi. Penyebabnya, terkena dampak proyek pelebaran jalan dan mengakibatkan malfungsi.
”Untuk memperbaikinya membutuhkan anggaran sekiatr Rp 300 juta. Di sisi lain, kami tidak memiliki anggaran,” katanya.
Ditambahkan, untuk tahun ini institusinya tidak berencana mendirikan traffic light baru. Sebab, anggaran Pemkab Sampang sangat terbatas.
”Tapi, jika ada anggaran, kami berencana mendirikan traffic light baru di dua lokasi. Yakni, di persimpangan Polsek Kota Sampang dan persimpangan Jembatan Tanglok,” tandasnya. (bai/yan)
Editor : Ina Herdiyana