BANGKALAN – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Diperinaker) Bangkalan harus bekerja lebih ekstra. Sebab, ada empat paket pelatihan kerja yang belum dilaksanakan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Diperinaker) Bangkalan Jemmi Tria Sukmana menyatakan, ada sebelas program pelatihan yang digulirkan tahun ini.
Perinciannya, sembilan paket pelatihan berbasis kompetensi (PBK) dan dua berbasis kebutuhan masyarakat.
Lima dari PBK merupakan program desain grafis muda. Kemudian, tiga paket pelatihan menjahit dan satu program teknik listrik.
Sementara pelatihan berbasis masyarakat terdiri dari satu paket pelatihan tata rias, dan satu paket pelatihan pengolahan hasil laut.
”Yang sudah selesai, 1 paket teknik listrik, 3 paket desain grafis, dan 1 paket menjahit,” kata Kepala Disperinaker Bangkalan Jemmi Tria Sukmanan Kamis (10/9).
Di samping itu, terdapat dua paket PBK yang masih berjalan. Yakni, satu paket menjahit dan desain grafis.
Sementara yang belum dilaksanakan tiga paket PBK dan satu paket berbasis kebutuhan masyarakat.
”Yang akan dilaksanakan satu paket desain grafis, satu paket menjahit, satu paket tata rias, dan satu paket pengolahan hasil laut. Pasti selesai hingga akhir tahun nanti,” terangnya.
Ketua Komisi III DPRD Bangkalan KHotib Marzuki meminta disperinaker menyiapkan secara matang rencana tindak lanjut pasca pelaksanaan pelatihan.
Dengan demikian, manfaat program peningkatan kapasitas SDM tersebut bisa dirasakan masyarakat. ”Sehingga output-nya bersifat jangka panjang,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Ina Herdiyana