BANGKALAN – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan mengajukan tambahan paket pelatihan kerja.
Hal itu diusulkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2025. Sejauh ini, belum diketahui apakah usulan tersebut disetujui atau tidak.
Kepala Disperinaker Bangkalan Jemmi Tria Sukmana mengatakan, ada tiga paket pelatihan yang diajukan pada PAK 2025.
Perinciannya, satu paket pelatihan teknis las, satu paket otomotif sepeda motor, dan satu paket teknik listrik. ”Belum disetujui, masih dalam proses,” katanya kepada JPRM kemarin (11/9).
Selain itu, Jemmi berencana akan meng-upgrade kualitas pelatihan berbasis kompetensi (PBK) di balai latiha kerja (BLK) Bangkalan.
Namun, rencana ini sulit terealisasi tahun ini. ”Tapi, kami upayakan kejar di PAK,” ucapnya.
Menurut Jemmi, kualitas sarana dan prasarana (sarpras) BLK belum memenuhi syarat untuk dilaksanakan PBK.
Pihaknya akan mengupayakan ada peningkatan ke depan. ”Tahun depan kami pastikan sudah harus mulai link and match dengan kebutuhan industri lokal Bangkalan,” ungkapnya.
Ketua Komisi III DPRD Bangkalan Khotib Marzuki mendukung upaya disperinaker untuk meningkatan kualitas sarpras dan memperluas jejaring dengan pihak industri.
Tujuannya, lulusan BLK Bangkalan bisa langsung mendapatkan lapangan pekerjaan.
”Jadi, tidak terkesan hanya membuat program pelatihan saja. Kalau ini benar dan berjalan baik, tentu akan menekan angka pengangguran di Bangkalan,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Ina Herdiyana