BANGKALAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan harus bekerja lebih ekstra. Sebab, di akhir triwulan ketiga, program pavingisasi sekolah belum dikerjakan. Sehingga, pelaksanaannya berpotensi molor.
Dari 17 paket proyek pavingisasi yang melekat di dispendik, baru lima belas paket yang sudah masuk tahapan penunjukan pelaksana. Satu di antaranya sudah dilakukan penandatanganan kontrak.
”Yang sudah MoU untuk rehabilitasi ruang kelas dan paving halaman UPTD SDN Lembung Gunung 2,” ujar Kabid Pembinaan SD Dispendik Bangkalan Ali Yusri Purwanto Rabu (17/9).
Yusri tidak menampik belasan proyek pavingisasi lainnya belum ada yang dikerjakan. Dia berdalih lebih fokus untuk melaksanakan program rehabilitasi ruang SD.
”Insyaallah akhir September ini sudah dimulai semua (pekerjaan pavingisasi, Red), tegasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Bangkalan Rokib meminta dispendik segera merealisasikan program pavingisasi lembaga pendidikan.
Dia juga mengingatkan agar pemilihan pelaksana harus dilakukan secara selektif. Yakni, rekanan benar-benar profesional dan memiliki rekam jejak bagus dalam pelaksanaan infrastruktur pendidikan.
”Kualitas pekerjaannya juga harus diperhatikan, jangan asal-asalan. Pastikan sesuai dengan spesifikasi yang ada,” terangnya.
Anggaran yang dikucurkan Pemkab Bangkalan untuk program pavingisasi tidak sedikit. Nilainya mencapai Rp 2,89 miliar.
Dana tersebut terpecah ke dalam 51 paket. Perinciannya, Rp 206 juta untuk perencanaan, Rp 107 juta untuk pengawasan, dan sisanya untuk pengerjaan fisik. (lil/jup)
Editor : Ina Herdiyana