TANJUNGBUMI – Pembangunan rumah potong hewan (RPH) di Kecamatan Tanjungbumi ditargetkan tuntas akhir tahun.
Dengan catatan, usulan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Bangkalan tersebut disetujui dalam perubahan anggaran keuangan (PAK).
Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnak Keswan Bangkalan Raswan mengaku RPH Tanjungbumi baru bisa dibangun tahun lalu.
Kemudian, mulai beroperasi di akhir tahun. Anggarannya sudah diusulkan dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Kini tinggal menunggu persetujuan gubernur.
”Tahun ini kami targetkan sudah beroperasi, anggaran sudah kami usulkan melalui PAK,” katanya.
RPH Tanjungbumi diharapkan menjadi salah satu penunjang pendapatan asli daerah (PAD). Meskipun, anggaran Rp 350 juta yang diajukan tidak memungkinkan mampu melengkapi seluruh sarana dan prasarana RPH.
”Yang penting beroperasi dan bisa melakukan aktivitas pemotongan dulu. Untuk fasilitas akan ditambah secara bertahap,” imbuhnya.
Target PAD RPH yang dibebankan lembaganya Rp 300 juta. Jika mengandalkan RPH yang ada, kecil kemungkinan bisa memenuhi target. Apalagi ada beberapa RPH yang sudah tidak melakukan aktivitas pemotongan.
”Selain itu, kami juga akan mengintensifkan pembayaran retribusi melalui sistem transfer atau online,” katanya.
Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Hotib Marzuki membenarkan adanya usulan pembangunan RPH Tanjungbumi.
Namun, dia belum bisa berkomentar banyak lantaran raperda APBD perubahan belum mendapat persetujuan dari gubernur Jawa Timur.
”Nanti akan kami sampaikan jika sudah ada persetujuan gubernur,” bebernya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana