BANGKALAN, Radarbangkalan.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Bangkalan kembali menjadi sorotan. Fraksi PKB DPRD Bangkalan menilai dugaan distribusi menu basi harus segera ditindaklanjuti dengan pengawasan ketat dari pemerintah daerah.
Ketua Fraksi PKB DPRD Bangkalan, Mohammad Hotib, menegaskan bahwa distribusi makanan basi di Kota Salak tidak boleh diabaikan. Ia meminta Pemkab Bangkalan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pelaksana program.
“Pemerintah harus lebih aktif mengawasi jalannya program ini, meski anggaran berasal dari pusat. Jangan sampai tujuan utama presiden untuk memenuhi gizi masyarakat tidak tercapai,” ujarnya.
Jangan Hanya Kejar Keuntungan
Hotib menekankan bahwa tujuan utama MBG adalah memastikan siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mendapatkan asupan gizi yang layak. Ia khawatir program ini justru dijadikan lahan mencari keuntungan oleh pihak-pihak tertentu.
“Fokusnya bukan sekadar keuntungan, melainkan pemenuhan gizi masyarakat. Itu yang harus dijaga,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong agar program MBG juga berdampak positif terhadap perekonomian lokal. Bahan pokok seperti beras, sayur, dan buah seharusnya dipasok dari petani Bangkalan.
“Kalau bahan baku dipasok dari petani lokal, program ini bisa sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Satgas MBG: Masalah pada Menu Utama
Sementara itu, Anggota Satgas Pengawasan MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengungkapkan pihaknya telah memanggil yayasan serta kepala SPPG yang diduga mendistribusikan makanan basi. Dari hasil evaluasi, persoalan muncul pada menu utama yang kurang matang.
“Daging yang dikukus ternyata tidak matang sempurna, sehingga menimbulkan masalah. Kami sudah meminta agar kualitas menu diperbaiki,” jelasnya.
Bambang menambahkan, seluruh kepala kelompok MBG di kecamatan juga sudah dipanggil untuk memperketat pengawasan.
“Kami tegaskan semua kepala kelompok di tiap kecamatan wajib meningkatkan pengawasan terhadap distribusi menu makanan,” pungkasnya.(za/bil)
Editor : Mohammad Sugianto