News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bulan Depan 21 Koperasi Merah Putih di Bangkalan Bisa Ajukan Modal ke BNI

Mohammad Sugianto • Selasa, 23 September 2025 | 16:54 WIB
llustrasi rapat koperasi merah putih (KMP) di Kab. Bangkalan
llustrasi rapat koperasi merah putih (KMP) di Kab. Bangkalan

BANGKALAN, Radarbangkalan.id – Rencana pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) di Bangkalan semakin matang. Mulai bulan depan, 21 KMP bisa mengajukan modal usaha. Program ini akan diterapkan sebagai percobaan awal di sejumlah desa.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan, Muhammad Rasuli, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat dengan kementerian terkait pinjaman modal KMP. Hasilnya, BNI ditunjuk untuk memberikan pembiayaan kepada 21 koperasi tersebut.
“Pada intinya, untuk pembiayaan sudah ditetapkan. BNI yang nantinya menangani pinjaman modal itu,” paparnya.

Rasuli menambahkan, pihaknya akan mengundang pengurus KMP untuk pembukaan rekening. Setelah itu, koperasi bisa langsung mengajukan pinjaman modal ke BNI. Diskop Umdag juga akan melakukan rapat dengan sejumlah perusahaan pelat merah yang akan bekerja sama dengan koperasi.
“Pekan depan kami panggil mereka untuk pembinaan dan pembukaan rekening,” ujarnya.

Selain itu, pendampingan juga akan diberikan terkait input data bisnis yang akan dijalankan, termasuk pemenuhan gerai di masing-masing KMP. Business assistant (BA) yang disiapkan untuk mendampingi program ini masih dalam tahap rekrutmen oleh Kementerian Koperasi.
“Rekrutmen langsung dari kementerian, sambil kami lakukan pembinaan dan pendampingan,” katanya.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bangkalan, Ismet Effendi, menyampaikan bahwa persiapan pengoperasian KMP semakin matang. Teknis pengajuan modal ke bank akan segera disosialisasikan kepada pengurus koperasi percontohan. Sementara itu, pemerintah masih melakukan pendataan kebutuhan di tiap desa.
“Oktober mendatang harus ada desa yang lebih dulu mengajukan modal sebagai percontohan,” tegasnya.

Ketua Komisi I DPRD Bangkalan, Fadhurrosi, menilai langkah menjadikan beberapa desa sebagai percontohan awal lebih tepat. Menurutnya, jika terbukti sukses, maka desa lain bisa menyusul untuk mengajukan pinjaman modal.
“Harus ada percontohan KMP yang dioperasikan, jangan dilakukan secara serentak,” sarannya.(za/jup)

 

Editor : Mohammad Sugianto