SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terus berupaya untuk menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok.
Di antaranya memperluas gerakan pasar murah pada Selasa (23/9). Kegiatan ini digelar secara merata di 14 kecamatan untuk menekan inflasi.
Sekkab Sampang Yuliadi Setiyawan menyampaikan, pihaknya memperluas gerakan pangan murah ke seluruh kecamatan untuk menstabilkan harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Kegiatan tersebut juga digelar untuk mendukung ketahanan pangan lokal dan menekan inflasi.
Pria yang juga menjabat ketua tim pengendalian inflasi daerah (TPID) itu menyatakan, selama ini TPID Sampang aktif memantau harga bahan pokok di pasar tradisional.
Yakni, turun ke pasar mengecek harga dan mengambil langkah intervensi jika terjadi kenaikan yang signifikan.
Dia menjelaskan, gerakan pangan murah sangat relevan dilakukan untuk menekan inflasi. Apalagi, Kabupaten Sampang termasuk salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus terkait harga beras. Harga beras SPHP di pasar murah dijual Rp 55 per 5 kilogram.
”Kegiatan pasar murah ini juga bersinergi dengan TNI dan kepolisian. Kegiatan tidak hanya terpusat di kantor kecamatan, tapi juga di kantor polsek,” jelas pejabat yang akrab disapa Wawan itu.
TPID akan terus berupaya menstabilkan harga sehingga bisa menekan inflasi hingga akhir tahun. Wawan berjanji akan memonitor perkembangan harga bahan pokok di pasaran.
”Kami akan terus pantau sampai bulan Desember agar harga bahan pokok tetap stabil,” tukasnya. (jun/bil)
Editor : Ina Herdiyana