SAMPANG – Pembangunan puskesmas pembantu (pustu) di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, sedang dikerjakan. Namun, terdapat sejumlah kejanggalan dalam pekerjaan proyek yang digarap CV Citra Aksi Agro.
Antara lain, terdapat kusen jendela dan pintu yang retak. Utamanya, yang terpasang di ruangan sisi barat. Selain itu, pengerjaan tidak menggunakan acian. Sebab, setelah diplester langsung dipasang plamir.
Kabid Yankes Dinkes KB Sampang Nurul Syarifah mengaku langsung menghubungi konsultan pengawas untuk memastikan kusen dan pintu yang retak tersebut.
Sebab, kusen dan pintu yang retak tidak boleh dipasang. Dia mengaku sudah menghubungi pelaksana di lapangan.
”Jika itu memengaruhi kualitas bangunan, maka harus diganti,” ujarnya saat ditemuai di ruangan kerjanya Kamis (25/9).
Progres pengerjaan pembangunan Pustu Taddan cukup baik. Hingga minggu ini realisasinya mencapai 62,65 persen. Sedangkan target dalam perencanaan 41,21 persen. ”Artinya, progres pekerjaannya plus,” ujarnya.
Konsultan Pengawas Syukur menduga kusen yang retak karena faktor cuaca. Namun, dia tidak menjelaskan secara detail apakah kusen tersebut akan dibongkar atau tidak.
Kalau melihat perencanaan, harus menggunakan kayu jati. ”Iya, pakai kayu jati,” tegasnya.
Jika mengacu pada perencanaan, ada pekerjaan acian setelah dinding diplester. Menurutnya, pekerjaan acian Pustu Taddan sesuai perencanan meski tidak menggunakan semen standar (cokelat).
Sebab, setelah diplester, dipasang semen mortar atau campuran. ”Jadi, nanti tetap harus dicat meski sudah diplamir. Itu pakai semen mortar agar pekerjaan lebih cepat,” terangnya.
Pelaksana lapangan Saniman mengaku sudah dihubungi Dinkes KB Sampang. Dia diminta untuk mengganti kusen yang retak.
Dia memastikan jika kusen tersebut akan diganti. ”Iya, dari dinas telepon saya. Kusen yang pecah suruh ganti. Saya jawab, besok (hari ini) kusen yang pecah saya ganti,” janjinya.
Saniman memastikan acian tetap dikerjakan, tapi menggunakan semen putih. Setelah itu, dilakukan plamir agar dinding semakin halus. ”Tetap pakai acian, cuma (pekerjaan) itu belum selesai,” tukasnya. (bil/jup)
Editor : Ina Herdiyana