News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Desak Polres Bangkalan Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Api

Ina Herdiyana • Rabu, 1 Oktober 2025 | 03:19 WIB

 

KERIBUTAN: Seorang pria diduga mengeluarkan senpi saat Karapan Sapi Piala Bupati Bangkalan 2025 di Skep RP Moch. Noer, Minggu (21/9). 
KERIBUTAN: Seorang pria diduga mengeluarkan senpi saat Karapan Sapi Piala Bupati Bangkalan 2025 di Skep RP Moch. Noer, Minggu (21/9). 

 

BANGKALAN – Dugaan kepemilikan senjata api (senpi) yang terekam dalam video amatir saat kericuhan pada pergelaran Karapan Sapi Piala Bupati Bangkalan 2025 menuai sorotan. Salah satunya dari aktivis senior di Bangkalan, Mathur Husairi.

Mathur mendorong kepolisian untuk prokatif mengungkap dugaan kepemilikan senpi tersebut. Menurut dia, Polres Bangkalan tidak perlu menunggu laporan.

Mengingat, kepemilikan senpi diatur ketat dan tidak bisa dimiliki secara bebas oleh masyarakat umum.

”Masak itu harus delik aduan? Kalau karena tidak ada laporan (tidak diselidiki pemiliknya, Red) kan respon. Mau menunggu ada korban gara-gara kepemilikan senpi ilegal?,” kata Mathur, Selasa (30/9).

Dia menilai, adanya video yang beredar luas di masyarakat sudah cukup jadi petunjuk bagi kepolisian untuk mendalami kepemilikan senpi tersebut.

Secara umum, peristiwa ini erat kaitannya dengan keselamatan masyarakat. Lebih-lebih hal itu terjadi di event pemerintah.

”Saran saya kepolisian menelusuri itu. Kalau memang video sudah ada, dilihat saja untuk ditelusuri. Tidak tahu kalau dari kepolisian punya pendapat lain,” desaknya.

Menurut Mathur, sudah banyak catatan hitam terkait korban penembakan di Bangkalan yang belum terungkap.

Sebab itu, langkah proaktif kepolisian dalam kasus ini sangat penting untuk mencegah adanya korban penembakan di kemudian hari.

”Kalau begini terus, dibiarkan tidak ada penelusuran, apalagi penangkapan bisa bisa nanti senpi layaknya sajam di jaman saya kecil dulu, begitu bebas,” ujarnya.

Kasi humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama mengaku sampai saat ini belum ada laporan terkait dugaan senpi pada peristiwa kerusuhan di stadion karapan sapi (Skep) RP Moch. Noer, Minggu (21/9) tersebut. karena itu belum ada update hasil penyelidikan hingga saat ini.

Di samping itu, dia juga beralasan, Polres juga belum bisa melakukan pendalaman karena video amatir yang diterima tidak begitu jelas. Sehingga belum dapat dipastikan apakah itu senpi atau benda lain.

”Seandainya jelas (senpi, Red) tidak harus ada laporan. Pasti ditelusuri karena sudah merupakan potensi. Kami nanti pastikan lagi ke kanit-kanitnya reskrim. Kalau ada update informasi, kami sampaikan,” katanya. (lil/onk)

Editor : Ina Herdiyana
#polres bangkalan #pergelaran #Piala Bupati #senpi #senjata api #karapan sapi