News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pilu, Satu Korban Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny Asal Bangkalan

Ina Herdiyana • Kamis, 2 Oktober 2025 | 02:36 WIB
BERKABUNG: Situasi di rumah santri di Dusun Tangkel, Desa Lomaer, Blega, Bangkalan, yang menjadi korban musala ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Selasa (30/9)
BERKABUNG: Situasi di rumah santri di Dusun Tangkel, Desa Lomaer, Blega, Bangkalan, yang menjadi korban musala ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Selasa (30/9)

BANGKALAN – Insiden ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menjadi duka masyarakat Jawa Timur.

Musibah yang terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 itu menelan banyak korban. Seorang di antaranya berasal dari Kabupaten Bangkalan, yakni Maulana Alfan Ibrahimavic.

Santri berusia 14 tahun itu meninggal setelah tertimpa reruntuhan musala. Dia berasal dari Dusun Tangkel, Desa Lomaer, Kecamatan Blega.

Kurang lebih empat bulan yang bersangkutan menempuh pendidikan di pondok pesantren yang melahirkan banyak tokoh tersebut.

Kapolsek Blega AKP Muhammad Syamsuri membenarkan kabar santri asal Desa Lomaer yang menjadi korban ambruknya musala tersebut.

Sekitar pukul 21.15 pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada salah seorang santri asal Kecamatan Blega menjadi korban. Pihaknya langsung mengonfirmasi kepada aparat desa setempat.

”Kami telepon Kadesnya, ternyata benar ada santri asal Desa Lomaer yang menjadi korban insiden di Ponpes Al Khoziny itu,” jelasnya.

Jenazah korban tiba di rumah Selasa (30/9) sekitar pukul 00.15 dengan kondisi sudah disucikan dan dikafani di rumahnya di Surabaya.

Setelah disalatkan, jenazah langsung dikebumikan dan selesai sekitar pukul 01.27. ”Awalnya jenazah akan dimakamkan pagi ini, tapi setelah jenazah disalatkan langsung dimakamkan,” sambungnya.

Syamsuri menambahkan, korban merupakan anak dari pasangan Rizal Maulana dan Siti Wardah.

Pihaknya terus update perkembangan proses evakuasi. Sebab, kabar yang diterimanya ada korban lain yang juga berasal dari wilayah hukumnya.

Baca Juga: JPU Kejari Pamekasan Nilai Eksepsi Tak Mendasar, Pengacara Balik Protes Keras

”Informasi yang kami dapatkan ada satu lagi korban yang menjadi korban, tapi masih kami telusuri,” paparnya.

Di tempat terpisah, KH Mohammad Makki Nasir, wali santri Al Khoziny menyampaikan ikut berduka atas musibah yang menimpa tempat anaknya menuntut ilmu.

Dia menceritakan, Abdul Majid, putranya menjadi saksi langsung musibah ambruknya musala yang terjadi pada saat santri sedang salat berjemaah.

”Kami menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga santri yang menjadi korban musibah. Mudah-mudahan diberikan ketabahan dan kesabaran,” urainya.

Saat peristiwa itu terjadi, Abdul Majid tengah berada di tempat wudu yang jaraknya hanya sekitar lima meter dari musala.

Namun, saat berwudu, tiba-tiba atap musala yang baru saja dicor itu ambruk dan menimpa para santri yang tengah melaksanakan salat berjemaah. Saat ini para santri diliburkan sementara waktu, sebab proses evakuasi masih berlangsung.

”Anak saya melihat langsung karena posisinya ada di tempat wudu, kondisinya saat ini masih sedikit syok,” pungkasnya. (za/han)

Editor : Ina Herdiyana
#pilu #jawa timur #Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo #Musala Ambruk