SAMPANG – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPH) merencanakan demonstrasi bersihkan Polres Sampang dari tindakan koruptif.
Namun, aksi yang dijadwalkan digelar di depan Mapolres Sampang tersebut gagal Selasa (30/9).
Berdasarkan data yang dihimpun RadarBangkalan.id, flyer woro-woro aksi damai oleh AMPH beredar di beberapa platform media sosial.
Termasuk di beberapa grup WhatsApp. Aksi tersebut tertulis bakal digelar Selasa (30/9).
Ada beberapa aspirasi yang bakal disampaikan melalui aksi damai tersebut. Diantaranya, hentikan praktik korupsi dan pungutan liar dalam proses pembuatan surat izin mengemudi (SIM).
Kedua, usut tuntas dugaan penyalahgunaan motor tilang. Ketiga, tindak tegas dugaan pungli tebusan sepeda motor bodong.
Kasat Intel Polres Sampang AKP Handoko mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya rencana aksi demonstrasi yang bakal dilakukan oleh AMPH itu.
Hal tersebut diketahui berdasarkan flayer yang masuk pada institusinya. ”Tapi, tidak ada surat perhomonan aksi tersebut masuk pada kami. Hanya flayernya saja yang masuk pada kami,” bebernya.
Dia menambahkan, aksi yang direncanakan digelar Selasa (30/9) di depan kantor Polres Sampang itu sudah dibatalkan.
Jadi, pada Selasa (30/9) tidak ada demonstrasi di kantor Polres Sampang.
”Tidak ada aksi hari ini (kemarin, Red) karena sudah dibatalkan alias gagal demonstrasinya,” bebernya.
Baca Juga: Pilu, Satu Korban Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny Asal Bangkalan
Handoko berdalih tidak mengetahui alasan aksi tersebut gagal dilaksanakan. Pihaknya hanya mengetahui bahwa demo itu sudah dibatalkan oleh AMPH. ”Kami tidak mengetahui alasannya,” ujarnya.
Penanggung jawab aksi AMPH Saifi Alfarezy tidak berkomentar banyak terkait gagalnya aksi yang direncanakan digelar di depan mapolres tersebut.
Sebab, dia beralasan sedang ada kegiatan. ”Saya masih diluar, nanti saya hubungi kembali,” tandasnya. (bai/dry)
Editor : Ina Herdiyana