BANGKALAN – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor persetujuan bangunan gedung (PBG) masih minus ratusan juta.
Sebab, PAD yang terserap baru Rp 991.430.305 dari target Rp 1.150.000.000. Data ini berdasarkan capaian hingga September.
”Insyaallah tiga bulan ke depan, kalau melihat progresnya, bisa tercapai,” kata Kabid Tata Bangunan DPRKP Bangkalan Nur Taufiq, Senin (6/10).
Dia menyebut, semula target PAD PBG sebesar satu miliar. Dalam perjalanannya dinaikkan menjadi Rp 1.150.000.000. Kenaikan target tersebut telah disesuaikan dengan data terbaru properti di Kota Salak.
Taufiq akan berupaya untuk mengejar target PAD PBG tersebut. Meskipun potensi retribusi PBG dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah dibebaskan.
Langkah yang dilakukan untuk meningkatkan retribusi PBG yakni melakukan pendekatan dan sosialisasi pentingnya persetujuan banguan.
”Untuk mencapai target PAD itu sepenuhnya kami mengandalkan kegiatan para pelaku usaha yang menggunakan bangunan sebagai sarana utamanya,” ungkapnya.
Ketua Komisi III DPRD Bangkalan Reza Teguh Wibowo menekankan dinas terkait aktif melakukan sosialisasi berkenaan dengan PBG tersebut. Sehingga target PAD yang disepakati bersama bisa tercapai 100 persen.
”Libatkan sektor-sektor terkait sosialisasi. Ini penting supaya masyarakat semakin peduli dan sadar akan pentingnya memiliki PBG,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Ina Herdiyana