BANGKALAN, Radarbangkalan.id – Dua program pelatihan kerja yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan terpaksa ditunda. Penyebabnya, jumlah pendaftar masih minim sehingga kuota peserta belum terpenuhi. Alhasil, masa pendaftaran diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kepala Disperinaker Bangkalan Jemmy Tria Sukmana mengungkapkan, dua paket pelatihan yang belum bisa dijalankan adalah pelatihan instalasi listrik dan otomotif. Masing-masing program sebenarnya menyiapkan kuota untuk 16 peserta, namun hingga awal pekan ini baru sekitar 10 orang yang mendaftar.
“Targetnya, minggu ini kuota bisa terpenuhi. Kalau pendaftaran segera penuh, pelatihan bisa dimulai dan ditargetkan rampung awal Desember,” jelas Jemmy, kemarin (8/10).
Sebelumnya, pendaftaran ditutup pada 30 September. Namun karena belum memenuhi jumlah minimal peserta, pendaftaran akhirnya diperpanjang. Masyarakat yang berminat bisa mendaftar melalui aplikasi Siap Kerja. “Bagi yang kesulitan mengakses aplikasi, kami bantu langsung di kantor,” tambah Jemmy.
Syarat peserta antara lain berusia 17–35 tahun, tidak sedang bekerja atau menempuh pendidikan formal, serta memenuhi ketentuan administrasi lainnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Khotib Marzuki mendorong Disperinaker agar lebih aktif menyosialisasikan program pelatihan kerja. Menurutnya, penyebaran informasi yang masif melalui media sosial dan perangkat desa akan menarik minat masyarakat untuk mendaftar.
“Kalau informasinya sampai ke masyarakat luas, saya yakin pesertanya bisa penuh. Ini bisa jadi bahan evaluasi agar ke depan penyebaran informasinya lebih gencar,” ujarnya.
Sebagai informasi, tahun ini Disperinaker Bangkalan menyiapkan 14 paket pelatihan kerja. Rinciannya, 9 paket berbasis kompetensi, 2 paket berbasis kebutuhan masyarakat, serta 3 paket tambahan melalui PAK 2025. Hingga saat ini, 7 pelatihan sudah selesai, 5 masih berjalan, dan 2 masih menunggu kuota terpenuhi.(lil/bil)
Editor : Mohammad Sugianto