News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

BMKG Prediksi Cuaca Panas Bertahan hingga Awal November, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Mohammad Sugianto • Senin, 20 Oktober 2025 | 15:27 WIB

BMKG memprediksi cuaca panas yang terjadi di hampir wilayah akan terus terjadi hingga awal November
BMKG memprediksi cuaca panas yang terjadi di hampir wilayah akan terus terjadi hingga awal November


BANGKALAN, Radarbangkalan.id – Cuaca panas ekstrem yang dirasakan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025. Hal itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto.

Menurutnya, kondisi panas ini merupakan fenomena alami yang terjadi akibat peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. “Posisi matahari dan pola angin memengaruhi suhu udara secara musiman. Jadi fenomena ini memang wajar terjadi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (18/10).

Meski begitu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjaga kondisi tubuh. Sebab, suhu panas yang dirasakan masih berpotensi meningkat jika atmosfer tetap kering dan minim awan.
Baca Juga: Regulasi AI Nasional Ditarget Rampung 2025, Pemerintah Susun Aturan Etika dan Keamanan Teknologi Cerdas
“Warga sebaiknya menghindari paparan langsung sinar matahari terlalu lama, terutama pada pukul 10.00–16.00 WIB,” tambahnya.

BMKG juga memberikan beberapa saran agar masyarakat terhindar dari risiko kesehatan akibat panas ekstrem. Di antaranya, menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, kurangi aktivitas fisik berat, serta pantau informasi cuaca terkini dari BMKG.

Lebih lanjut, Guswanto menjelaskan beberapa faktor penyebab meningkatnya suhu panas belakangan ini. Pertama, gerak semu matahari yang pada Oktober ini berada di selatan ekuator, menyebabkan wilayah Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua menerima radiasi matahari lebih intens.
Baca Juga: Dankodiklatal Kunjungi Ponpes Nurul Cholil Bangkalan, Santri Didorong Perkuat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air
“Kedua, adanya pengaruh Monsun Australia, yaitu angin timuran yang membawa udara kering dan hangat. Kondisi ini mengurangi pembentukan awan dan meningkatkan paparan sinar matahari langsung,” jelasnya.

Kombinasi kedua faktor tersebut membuat suhu udara di beberapa daerah tercatat mencapai 37,6°C. BMKG pun meminta masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan hingga fenomena ini mereda di awal musim hujan mendatang.


Editor : Mohammad Sugianto
#bmkg #madura #cuaca ekstrem #panas #Cuaca Panas 2025 #jawa timur