News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Teridentifikasi Main Judi Online, 187 KPM PKH di Bangkalan Dicoret

Ina Herdiyana • Senin, 20 Oktober 2025 | 18:44 WIB
KOMITMEN: Mensos Saifullah Yusuf memberikan keterangan pres setelah menghadiri doa bersama untuk korban runtuhnya Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo di Pendopo Agung Bangkalan, Sabtu (18/10). 
KOMITMEN: Mensos Saifullah Yusuf memberikan keterangan pres setelah menghadiri doa bersama untuk korban runtuhnya Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo di Pendopo Agung Bangkalan, Sabtu (18/10). 

BANGKALAN – Sebanyak 187 penerima program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai (BPNT) di Madura dicoret.

Penyebabnya, teridentifikasi terlibat aktivitas judi online (judol). Dari ratusan KPM PKH dan BPNT yang dicoret, 29 di antaranya warga Bangkalan.

Meskipun sudah dinonaktifkan, pemerintah masih membuka peluang bagi  penerima bantuan sosial (bansos) tersebut untuk mereaktivasi kembali. Artinya, penonaktifan tersebut tidak permanen.

”Intinya, kami masih memberikan kesempatan. Meskipun tentu ini dalam pengawasan khusus,” kata Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, Sabtu (18/10).

Reaktivasi penerima bansos bisa dilakukan melalui pengusulan dari RT/RW, desa, operator Dinas Sosial (Dinsos).

Juga bisa melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG).

Pihaknya berharap seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dipergunakan sebagaimana mestinya.

”Jangan Bansos dibuat Judol. Itu sudah jauh dari maksud utama pemberian Bansos,” ujarnya.

KPM yang melakukan reaktivasi akan dilakukan ground check. Pihaknya akan koordinasi dengan Badan Pusat Statisti (BPS) untuk memastikan yang reaktivasi benar-benar membutuhkan.

Sebab, dirinya tidak tidak ingin memberikan bantuan kepada KPM sesungguhnya tidak membutuhkan.

”Nanti juga akan kami cek, apakah setelah diberi bantuan masih main judol lagi. Kalau tetap digunakan untuk judol, kami tidak akan berikan bantuan selamanya,” tegasnya.

Baca Juga: Oknum ASN di Bangkalan Dilaporkan Polisi, Diduga Tipu Warga dengan Modus Proyek MBG

Menteri yang akrab di sapa Gus Ipul itu menyebut, Presiden Prabowo Subianto sangan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang membutuhkan.

Buktinya, penerima Bansos tidak pernah dikurangi namun justru ada penambahan penerima manfaat. Secara nasional pada triwulan empat ada tambahan lebih 17 juta KPM.

”Sebelumnya 18 sampai 80 juta KPM, sekarang 35,4 juta KPM. Nilai Bansos tahun ini juga mengalami peningkatan yang luar biasa, lebih dari Rp 110 triliun yang hanya lewat kemensos. Alokasi sebelumnya hanya 71 triliun,” tuturnya.

Sebab itu, pihaknya menghimbau KPM agar tidak mempergunakan bantuan dari pemerintah untuk bermain judol.

Di samping itu, dia meminta dukungan dengan semangar agar ke depan masyarakat semakin berdaya dan tidak bergantung tergadap Bansos. Mengingat bantuan sifatnya hanya sementara.

”Kami ingin mengajak lewat pendamping, kepala daeraha, mari bersama-sama mendorong supaya KPM menjadi keluarga yang semakin mandiri tidak bergantung bansos,” pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Ina Herdiyana
#main judi online #bangkalan #Dicoret #PKH #kpm #judol